May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Menunggu Audit Kasus Pembangunan Rumdis Poltek

Menunggu Audit Kasus Pembangunan Rumdis Poltek

Ilustrasi

AMBON, SPEKTRUM – Belum mulus pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) Politeknik Ambon. Hasil audit belum diserahkan untuk ditindaklanjut penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku. Diduga, lantaran proyek tersebut, senilai Rp.1,3 miliar negara alami kerugian.

Olehnya itu, pengusutan dugaan korupsi pada proyek Pembangunan Rumdis Politeknik Ambon di kawasan BTN Poka, Kecamatan Teluk Ambon, dikerjakan PT Nusa Ina Pratama milik Jusuf Rumatoras, hingga kini penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku belum bisa melanjutkannya, karena masih tertahan audit.

Apa penyebabnya? Ternyata, tertahanya perkara yang diduga rugikan negara hingga mencapai Rp.1,3 milliar lebih ini, lantaran permintaan audit yang diajukan penyidik kepada BPK RI belum juga diproses.

Kedepannya diharapkan hasil penyidikan yang dilakukan, secara terang terangan ada indikasi perbuatan tidak pidana Korupsi dalam proyek tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso

“Terhadap kasus itu, kita masih menunggu audit dari BPK RI. Sebelumnya, pada Januari kemarin, permintaan audit sudah diajukan. Bahkan pekan kemarin juga sudah kita koordinasi lagi. Sekarang tinggal menunggu dari BPK-nya,” ungkap Dirkrimsus Polda Maluku, Kombes Eko Santoso melalui Kanit II Subdit Tipikor, Kompol Laurens Werluka di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku belum lama ini.

Sedangkan untuk calon tersangka dalam kasus ini? Werluka mengungkapkan, ada beberapa orang yang namanya sudah dikantongi. Hanya saja untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka diperlukan hasil audit dari BPK.

“Untuk struktur pengadaan barang dan pengerjaannya itu fiktif. Secara perilaku ini tindakan korupsi. Tapi kita mengacu aturan perundang-undangan, dimana penetapan tersangka dalam kasus korupsi harus ada perhitungan kerugian negara,” akuinya.

Menurut Werluka, diharapkan BPK dapat mempercepat mengeluarkan hasil audit, sehingga perkara tersebut dapat segera dituntaskan.

Sebelumnya, mantan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku terkait kasus dugaan Korupsi proyek pembangunan Rumdis Politeknik Ambon di kawasan BTN Poka, yang dikerjakan PT Nusa Ina Pratama milik Jusuf Rumatoras.

Ralahalu diperiksa, Rabu, 17 Maret 2021 lalu, sebagai saksi. Pasalnya, proyek pengerjaan Rumdis dianggarkan dalam APBN di tahun 2007-2010. Saat itu jabatan Ralahalu sebagai Gubernur Maluku.

Pin It on Pinterest