May 7, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Ungkap Skandal Korupsi Bupati Malra

Ungkap Skandal Korupsi Bupati Malra

Foto : istimewa

AMBON, SPEKTRUM – Belum banyak fakta diungkap penyidik kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Pasalnya, penyidik Kejati masih tertutup terkait materi pemeriksaan. Kasus dugaan korupsi diduga dilakukan Bupati Malra, Hi. Muhamad Taher Hanubun, bersama istrinya Eva Elia.

Namun, progres penanganan kasus tersebut terus bergulir untuk mengungkap skandal dugaan korupsi pasangan ini.
Untuk mengungkap laku dari Bupati Malra dan istrinya, Eva Elia tersebut, pemeriksaan dilakukan terhadap tiga Kadis di lingkup Kabupaten Malra, Kamis (15/4) dicecar tim Pidsus Kejati Maluku.

Untuk ketiga pihak yakni, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan Kepala Dinas Sosial. Dengan ketiga pihak dimintai keterangan tersebut, maka total para pihak yang telah dimintai keterangan di tahap penyelidikan ini sudah 9 orang.

Saat dikonfirmasi Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi.Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette membenarkan hal tersebut. Hanya saja, dirinya tidak berkomentar lebih jauh.
“Memang benar. Tadi ada permintaan keterangan terhadap para pihak terkait dalam kasus tersebut. Namun karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan sehingga belum dapat dipublikasikan secara detail bagi masyarakat,” jelas Sapulette.

Di sisi lain, sumber di Kejati Maluku mengungkapkan, bukti-bukti korupsi yang diduga dilakukan Bupati Malra dan istrinya sampai kini dalam pendalaman tim Pidsus yang diketuai Kasidik Oceng Almahdaly.
“Yang pasti, mereka (penyidik-red) masih dalami itu. Sedangkan materinya diduga seputuran bupati benar tidak menerima fee proyek dari para Kepala Dinas,” kata sumber itu dan meminta namanya tidak dikorankan.

Menurut sumber, tim Pidsus saat ini marathon pemeriksaan pihak terkait, termasuk yang berlangsung, Kamis 15 April hari ini (kemarin-red). Ada permintaan keterangan tiga Kadis di lingkup Pemerintahan Kabupaten Malra.

Sementara Direktur Lira Maluku, Jan Sariwating mengatakan, pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dilakukan untuk membongkar skandal korupsi Bupati Malra dan istrinya terkait monopoli proyek APBD 2020.
Dia menilai, Kejati Malukju sampai kini sedang mempelajari berkas perkara tersebut. kuat dugaan, dana fee proyek itulah yang menjadi pintu masuk untuk menjerat Bupati dan istrinya.
“Tapi nantilah, kita tidak boleh mengambil kesimpulan, kita serahkan penegak hukum saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam penyelidikan kasus ini, tim jaksa di Kejati Maluku telah memeriksa total 9 (Sembilan) orang di lingkup Pemkab Malra maupun pihak terkait lainnya. Mereka yang dimintai keterangan yakni, Kadis DKPPKBD inisial HR, Kadis Perpustakaan BR dan salah satu kontraktor FB, Kadis PU, Kadis Kesehatan dan pihak PPK pengadaan barang dan jasa, serta beberapa pihak terkait lainnya. (HS-18)

Pin It on Pinterest