May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Tuntaskan Kasus Speedboat di MBD

Tuntaskan Kasus Speedboat di MBD

Ilustrasi

AMBON, SPEKTRUM – Sejumlah pihak telah diperiksa dan dimintai keterangan. Pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku telah mewanti-wanti ada 3 (tiga) nama tersangka di kasus dugaan korupsi pengadaan speedboat di Kabupaten MBD. Namun, kasusnya sampai saat ini belum tuntas juga.
Sebelumnya penyidik telah mengungkap ada tiga tersangka di kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan speedboat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kasusnya segera dituntaskan Ditreskrimsus Polda Maluku.

Pemberkasannya masih terus disiapkan.
Terhadap kasus ini, Pegiat Anti Kurupsi, Ms. Karepesina mengingatkan kepada penegak hukum untuk secepatnya menuntaskan berbagai kasus korupsi yang ditangani dan masih menjadi pekerjaan rumah (PR), termasuk dugaan korupsi pengadaan speedboat di MBD ini.
“Kita suport penuntasan kasus dugaan korupsi yang ditangani apparat penegak hukum. Termasuk dugaan korupsi speedboat Dishub Kabupaten MBD. Kita harus kawal terus penangan kasusnya, karena negara telah membayar banyak. Jadi kasus speedboat ini harus tuntas,” tandasnya, Kamis (15/4/2021) melalui sambungan selulernya.

Dia menambahkan, dari berbagai pemberitaan berbagai media selama ini, penanganan dan pengusutan dugaan korupsi di kasus ini masih terus berjalan.
“Intinya, semua mempunyai kewenangan untuk mengawalnya. Begitu juga dengan DPRD sebagai wakil rakyat,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, siapa-siapa yang menemani Desianus Orno Alias Odie sebagai tersangka dalam kasus pengadaan speedboat di Dishub Kabupaten MBD akhirnya terungkap. Direktur Ditreskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santosso mengaku ada dua tersangka lain yang menemani tersangka Odie, sapaan adik kandung Wagub Maluku, Barnabas Orno.
“Ada tiga tersangka. Selain Orno, ada dua lagi. Saya tak hafal nama mereka,” sebut Eko singkat, saat ditanya wartawan baru-baru ini di Pantai Natsepa.

Ia mengaku, ketiga tersangka belum ditahan. Saat ini sedang dalam pengembangan penyidikan untuk melengkapi berkas mereka.
Sebelumnya tim Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku berhasil melakukan pemeriksaan terhadap Desianus Orno alias Odie, Adik kandung dari Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Senin 8 Maret 2021.

Pemeriksaan Orno dipusatkan di ruang penyidik pada Subdit Tipikor, Ditreskrimsus Polda Maluku, Mangga Dua, Nusaniwe Ambon. Menariknya, adik Wagub Maluku ini saat diperiksa didampingi Herman Koedoeboen lawannya Baranabas Orno saat kontestasi Pilgub di 2018 lalu.
Selain Herman, Orno juga didampingi Firel Sahetapy salah satu pengacara kondan di Maluku. Orno diperiksa seputar pertanyaan berkaitan pengadaan speedboat MBD. Selain melengkapi berkasnya sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan itu, ternyata Orno juga diperiksa untuk memberikan keterangan bagi tersangka lain.

Siapa tersangka itu, Kompol Gerald Wattimena kepada wartawan sebelumnya mengaku, ada beberapa. Salah satunya, tersangka yang menemani Orno itu adalah perempuan. Ia adalah, Direktris CV. Triputra Fajar.
“Ibu-ibu. Namanya itu, Margareth Siamatauw. Dia kontraktor pengadaan. Mereka ditetapkan bersamaan,” terang Gerald.

Gerald juga mengaku, pemeriksaan Orno adalah sebagai tersangka untuk pertama kalinya. “Ya diperiksa perdana dalam status sebagai tersangka,” jelas Gerald, singkat.

Diketahui, penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku yang bermarkas di mangga dua, Nusaniwe Ambon ini, telah mengantongi hasil audit kerugian negara kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speedboat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten MBD. Kerugiannya senilai Rp.1,2 miliar.
Orno Cs, kemudian ditetapkan sebagai tersangka sejak 12 Januari 2021. Penetapan tersangka itu, usai Odie Orno kalah dalam kontestasi politik Pilbup 2020 di Kabupaten MBD.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Ardi sebelumnya menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk memenuhi berbagai unsur pasal melawan hukum.
Menurutnya, hasil audit kerugian negara telah dikantongi sejak sepekan lalu. Sayangnya, dia enggan menyebutkan apakah kasus itu terdapat kerugian negara atau tidak.
Ardi mengatakan, untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu, masih membutuhkan pembuktian unsur pasal lainya. Seperti perbuatan melawan hukum, menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.
Dugaan korupsi pengadaan empat buah speedboat di Dishub Kabupaten MBD terkuak setelah BPK melakukan audit terhadap pembelian empat unit speedboat yang dialokasikan dari APBD Kabupaten MBD 2015 Rp.1 miliar lebih.
Diduga terjadi manipulasi anggaran lantaran empat buah speedboat itu belum juga dikirim ke Tiakur ibukota MBD sesuai waktu yang ditentukan.
Padahal dana pembuatan empat unit speedboat bernilai miliaran rupiah sudah cair 100 persen, sejak pertengahan 2016 lalu.
Ketika BPK melakukan pengecekan mantan Kepala Dishub MBD, Odie Orno memerintahkan mengirimkan dua buah speedboat. Anehnya, dua buah dari empat speed boat yang dikirim dalam keadaan rusak. Saat ini empat unit speedboat mengalami kerusakan di pantai Tiakur. (TIM)

Pin It on Pinterest