May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Antisipasi Paham Radikalisme, Gerakan Pemuda Al-Mukmin Gelar Diskusi

Antisipasi Paham Radikalisme, Gerakan Pemuda Al-Mukmin Gelar Diskusi

AMBON, SPEKTRUM – Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terorisme dan radikalisme di Maluku, Gerakan Pemuda Al-Mukmin menggelar forum diskusi dengan menghadirkan Tokoh Agama dan Kepolisian.

Diskusi yang mengusung tema “Penguatan Pancasila Sebagai Ideologi Negara dalam Bingkai Moderasi Beragama”, berlangsung di Hotel Manise, Sabtu (10/4/2021) dengan menghadirkan Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, Ketua MPH Sinode Elifas T Maspaitella, Dirbinmas Polda Maluku, Kombes Pol. Andy Ervin, Kakanwil Agama Maluku yang diwakili Binmas Islam, Rusdi, Ketua FKPT Maluku, Dr. Rauf, dan peserta dari perwakilan Ormas/OKP dan wartawan.

Adapun materi yang dibahas dalam FGD tersebut adalah terkait prulalisme agama dalam mencegah dan menangkal radikalisme dan intoleran di Maluku, peran Pemerintah dalam hal ini Kanwil Agama dalam pencegahan radikalisme, terorisme dan intoleran di Maluku, perkembangan radikalisme dan terorisme di Maluku, pandangan Islam terhadap terorisme, radikalisme dan intoleran di Maluku dan penanganan faham radikal dan terorisme di wilayah hukum Polda Maluku.

Terkait hal itu, Ketua Umum Pemuda Al-Mukmin Kota Ambon, Hamsir Renoat, kepada wartawan menjelaskan bahwa pelaksanaan FGD ini bertujuan untuk mengajak generasi muda secara bersama-sama turut berperan serta dalam lingkungan masyarakat untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Maluku agar tetap aman dan damai.

Dia juga mengajak pemuda-pemuda dan masyarakat secara keseluruhan di Maluku agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang bersifat provokasi yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas.

” Kita Gerakan Muda Al-Mukmin melakukan kegiatan diskusi ini menjadi satu flashback dari peristiwa kebangsaan yang terjadi di Indonesia saat ini,” ujarnya.

Masalah-masalah intoleran, radikalisme dan separatisme, terorisme dan seluruh masalah yang berpotensi memecah disintegrasi bangsa, lanjut Renoat, membuat Gerakan Pemuda Al-Mukmin dapat berinisiatif untuk melakukan forum diskusi ini sebagai salah satu langka preventif, sekaligus solusi alternatif agar mampu berkaca dari persoalan yang terjadi di luar Maluku.

” Kita juga dikenal sebagai masyarakat yang punya toleransi cukup tinggi sehingga kita tidak terkontaminasi dengan isu-isu provokasi yang dapat memecah bela kesatuan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini bagian dari refleksi terkait dengan segala persoalan yang terjadi di Negeri ini. (HS-19)

Pin It on Pinterest