Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Rektor Unpatti: Tantangan ke Depan Luar Biasa Berat

Rektor Unpatti: Tantangan ke Depan Luar Biasa Berat

AMBON, SPEKTRUM– Tantangan dunia pendidikan di Perguruan Tinggi ke depan akan luar biasa beratnya, mengingat kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sering berubah-ubah.

Hal ini dungkapkan Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), M.J. Saptenno, saat memberi sambutan, Kamis (25/3/2021) di Swissbelt Hotel, Ambon.

“Tantangan ke depan luar biasa berat. Kami di perguruan tinggi banyak mendapat pekerjaan rumah mengingat berbagai kebijakan kementerian berubah-ubah,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) harus segera direspon oleh kampus Unpatti agar keluaran atau alumni Unpatti dapat mandiri setelah maksimal 6 bulan sejak kelulusannya di perguruan tinggi. Jumlah yang tidak menganggur ini harus sama atau lebih besar 80% dari jumlah mahasiswa yang lulus.

Alumni Universitas Pattimura kecuali nomor 3 dari kanan. Dari kiri ke kanan: Rektor Unpatti, M.J. Saptenno, anggota DPR RI, Hendrik Lewerissa, anggota DPR RI Mercy Barends, Kepala Bappeda Anthon Lailossa, Ketua DPRD Kepulauan Tanimbar, Jaflaun Batlajery, Kepala Perwakilan SKK Migas Maluku Papua, Gali Agustiawan, Kepala Pelindo IV, Hambra Litiloly dan Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti, Stevin Melay

“Disyaratkan bahwa satu universitas itu rankingnya menjadi baik, menjadi naik kalau alumninya itu setelah lulus di 6 bulan pertama 80% harus sudah bekerja,” ungkapnya.

Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, kata Rektor, pusing tujuh keliling menuntaskan pekerjaan rumah ini. Unpatti saat ini sigap mendata semua alumni dan dilaporkan kepada Kemendikbud sebagai pemenuhan kriteria tata kelola yang baik dan kampus berkualitas.    

Pin It on Pinterest