Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Belum Dibayar, Kisruh Tersisa dari AUPC

Belum Dibayar, Kisruh Tersisa dari AUPC

AMBON, SPEKTRUM– Penyelenggaraan Amboina Underwater Photography Competition (AUPC) yang baru selesai dilaksanakan pada tanggal 11-14 Maret 2021 lalu, ternyata masih menyisakan sejumlah persoalan.

Pemandu dan juri pada kompetisi tersebut ternyata belum seluruhnya dibayarkan fee mereka yang dikeluhkan kepada Spektrum, Kamis (25/3/2021).

Tidak hanya itu, peserta dari perlombaan yang sama di tahun lalu,  juga mengeluh biaya kelebihan muatan barang belum dibayar panitia.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Maluku, Max Pattinama yang dikonfirmasi Spektrum di sela-sela acara Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) di Swisbelt Hotel, Kamis (25/3/2021).

Menurut Kadispar Maluku, ia juga dikirimi keluhan yang sama dari peserta tahun lalu yang sampai sekarang belum dilunasi.

Pattinama menyampaikan bahwa kegiatan itu bukan gawenya Dispar Provinsi Maluku. Pihaknya hanya membantu penyelenggara dengan mendukung konsumsi peserta.

“ Kita provinsi hanya mendukung. Iya. Ada yang mengirim ke saya juga. Belum dibayar. Dia malah rekam pembicaraan dengan panitia. Ada peserta tahun 2020, dia diver yang unggul. Saya kenal persis orangnya. Saya simpan semua,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Munawar Richo Hayat yang dihubungi Spektrum melalui saluran telepon, Kamis (25/3/2021) menolak jika dikatakan bahwa kegiatan tersebut gawenya Dispar Kota Ambon. Ia juga menyampaikan bahwa Dispar Kota Ambon hanya mendukung kegiatan itu karena berada di wilayah Kota Ambon.

“ Kami hanya support saja. Bukan kegiatan kita. Tidak ada di rencana kerja kita. Kami tidak punya program itu. kami hanya sumbang mobil, piagam dan sejumlah uang (nominal) sesuai permintaan di proposal. Sudah kami serahkan uangnya,” tandasnya berapi-api.

Sementara Ketua Panitia AUPC, Letkol Kal Dedy Setiawan yang dihubungi via Whatsapp, mengatakan, Dispar Kota Ambon memang mendukung dana kegiatan tersebut sebesar 50%. Namun ia menyebut kegiatan itu kegiatan Dispar Kota Ambon dan Provinsi karena sudah masuk dalam kalender festival Maluku.

Pihak panitia memang belum menyelesaikan fee untuk juri dan Marshall karena masih menunggu dana dari pemerintah Kota Ambon.

“ Tanya saja yang didukung berapa ke panitia AUPC. Saya tidak mau saling klaim. Belum (dibayar). Tunggu dana dari Pemkot,” jelasnya singkat. (HS.17).

Pin It on Pinterest