Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Dirk Soplanit Dicecar Dr. Adolof Saleky SH.MH Hingga Sebut Cak Thenu Tak Terlibat di Transaksi Repo

Dirk Soplanit Dicecar Dr. Adolof Saleky SH.MH Hingga Sebut Cak Thenu Tak Terlibat di Transaksi Repo

AMBON, SPEKTRUM – Sidang perkara reverse repo obligasi senilai Rp. 238,5 miliar kembali bergulir. Tiga saksi dihadirkan Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Ahmad Atamimi dalam sidang yang dipimpin Pasti Tarigan dan dua rekan hakim Anggotanya, Rabu 24 Maret 2021.

Perkara ini melibatkan dua mantan pejabat tinggi Bank Maluku dan Maluku Utara yakni, Idris Rolobessy dan Izack B Thenu. Keduanya didampingi langsun oleh, Dr. Adolof Saleky SH.MH dan rekan. Sidang siang tadi, berjalan sengit. Ketiga saksi diperiksa secara terpisah.

Awalnya Dirk Soplanit, mantan Direktur Utama Bank Maluku. Panasnya Dirk Soplanit dikursi saksi itu terlihat setelah dicecar Olof sapaan akrab Doktor Hukum Pidana itu terkait keterlibatan kliennya Isack Thenu selaku mantan Direktur Kepatuhan.

Cak sapaan akrab terdakwa Izack Thenu didakwa dengan kerugian Negara Rp. 238,5 miliar dalam perkara reverse repo milik PT Bank Maluku dan Maluku Utara di Tahun 2014 yang mengharuskannya duduk dikursi pesakitan Pengadilan Tipikor Ambon.

Sayangnya, dibalik dakwaan Jaksa yang ekstrim itu, ternyata terungkap terbalik dalam fakta sidang. Dimana, mantan Direktur Kepatuhan Bank milik pemerintah Daerah Maluku dan Malut ini diakui tak terlibat sedikit pun dalam transaksi reverse repo oblogasi yang diperkasai Welem Patty mantan Dirut Pemasaran Bank setempat di tahun 2011.

Dirk menegaskan terdakwa Cak tidak terlibat dalam oprasiona bisnis Bank transaksi Repo dengan PT AAA Securitas.

“Pa Cak (Izack Thenu) tak terlibat dalam proses transaksi Repo. Itu semua lewat Dirut Pemasaran (mantan),” sebut saksi (Dirck) dalam sidang saat dicecar Olof.

Diakuinya, proses terjadinya kesepakatan atau kerjasama dengan pihak PT AAA Securitas berumulah sejak 2010 melalui pertemuan antara mantan Dirut Pemasaran Bank Maluku, Welem Patty dan Direktur PT AAA Securitas, Andre Rukminto di salah satu hotel ternama di Jakarta waktu itu. Ďari situ, kata saksi, kesepakatan itu langsung terjadi.

“Jadi, pak Welem lapor ke saya kalau dia sudah bertemu dengan Andre Rukminto, dan sudah ok untuk transaksi repo. Kemudian kita rapat, untuk melaksanakan kerja sama dengannya. Proses semuanya itu lewat Direksi pemsaran dan bawahanya Devisis Trisury,” jelas saksi.

Sehingga, lanjut saksi, untuk proses rapat Direksi rutin dilakukan di Bank Maluku, hadir juga Cak selaku Direktur Kepatuhan saat itu. Hanya saja, yang berkaitan dengan transaksi Repo itu dia tidak terlibat karena bukan bidangnya.

Dan dari aturan Bank Maluku, Direksi Kepatuahan memiliki peran dalam unsur kehati-hatian dalam setiap oprasional Bank Maluku. “Tapi di Repo pa Cak tak terlibat,” tegas saksi menjawab pertanyaan Olof.

Disamping itu saksi menceritakan, transaksi repo sejak 2011 hingga ia pensiun di 1 Februari 2014 bersama Welem Patty tarnsaksi tersebut berjalan baik, bakan dari transaksi surat-surat berharga itu Bank mendapat keuntungan, dan pembagian deviden untuk Kabupaten/Kota di dua provinsi itu juga berjalan dengan baik.

“Jadi, masalahnya ini terjadi di tahun 2014 saat pa Idris Rolobessy (terdakwa) selaku Dirut Utama dan pa Cak masih menjabat Direktur Kepatuhan. Masalah ini diungkapkan OJK hingga kemudian kita laporkan Dirut PT AAA ke Mabes Polri, saya bersama beberapa teman jadi saksi hingga di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan waktu itu, perkara yang sama,” terang Saksi.

Dalam persidangan tadi, selain saksi Dirck Soplanit, ada juga Mantan Kepala Satuan Kerja Audit Intrenal (SKAI) Bank Maluku, Jacob Leasa dan Kristian Tomasoa Analis Devisis Trisury.

Ketiga saksi hadir untuk memberikan keterangan kepada terdakwa, Izack B Thenu dan Idris Rolobessy. (HS-20)

Pin It on Pinterest