Agustus 2, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Ely Toisuta Ngotot Batalkan SK Siahay Hingga ke DPP

Ely Toisuta Ngotot Batalkan SK Siahay Hingga ke DPP

AMBON, SPEKTRUM – Ely Toisuta, tetap ngotot membatalkan SK Ketua DPD II terpilih Partai Golkar Kota Ambon, Max Siahay, hingga ke Mahkamah Partai Golkar di Jakarta.

Ely yang dimintai keterangan, di Ambon, Senin (21/3) menjelaskan, jika ada ketidakpuasan antara kader dalam internal partai terkait proses politik Partai Golkar, maka itu adalah hal yang biasa.

“Gugat menggugat dalam rumah besar partai Golkar itu hal biasa. SK dan pelantikan sudah terjadi tapi selaku kader, ketika kita merasa bahwa hasil Musda kemarin itu tidak sesuai mekanisme yang ada, maka berhak dong mengajukan gugatan ke Mahkama Partai,”ujar Toisuta kepada Spektrum.

Menurutnya, langkah yang dilakukannya saat ini adalah bagian dari proses untuk mencari keadilan dan bukannya membangkang. Mengingat apa yang dilakukan masih dalam mekanisme partai.

DPD I sebagai penyelenggara Musda saat itu, kata Toisuta. memberikan ruang, ada rentang  waktu yang diberikan setelah Musda, 14 hari, kalau tidak terima boleh melaporkan ke Mahkamah Partai (MP).

“ Memang kita melaporkan itu tanpa berkomunikasi dengan DPD I dan langsung ke MP. Ini ruang untuk mencari keadilan.,” akuinya.

Dikatakan, dalam Musda saat itu, ada dua agenda besar yang diputuskan dalam rapat pleno ke-5.  Amanat  kepada pimpinan Musda adalah untuk melakukan skorsing dengan agenda,  satu melakukan mediasi dan satunya lagi untuk menunaikan sholat. Namun untuk mediasi, tidak dilakukan oleh pengurus DPD I dengan pihaknya sebagai peserta Musda.

“Hari ini MP Golkar telah menerima gugatan kita dan kita diminta untuk melakukan mediasi dengan DPD I. Hasilnya tidak ada kesepakatan. Itu berarti, perkaranya akan dilanjutkan ke MP Golkar di Jakarta,” cetusnya.

Pihaknya berharap, MP Golkar dapat membuktikan apakah alur dari Musda Golkar Kota Ambon yang melahirkan Max Siahay sebagai Ketua terpilih yang telah dilantik itu, sesuai dengan Juklak yang ada atau tidak. Jika itu sesuai mekanisme maka pihaknya akan menerima keputusannya. Namun jika tidak maka hal yang samapun harus dilakukan oleh Max Siahay.

Ia mengakui, sebenarnya dinamika yang terjadi di internal partai Golkar ini adalah hal biasa. Sebuah dinamika yang terjadi dari waktu ke waktu.

Menurutnya, Golkar besar dengan konflik. Konflik yang dikelola dengan baik akan melahirkan kader-kader yang kuat dan intergritas yang baik dalam berorganisasi. Ia akan menerima apapun keputusannya setelah ia melakukan gugatan.

“ Apapun akan kita terima. Kita berproses ini hanya untuk meluruskan. Kalau nanti di MP menyatakan bahwa apa yang dilakukan DPD I itu benar dan forum Musda itu benar, maka kita akan terima,” tandasnya.

Sementara disinggung soal posisi sebagai Ketua DPRD Kota Ambon yang terancam jika dalam perjalanan dilakukan evaluasi atau penyegaran dalam fraksi.  Ia tetap akan menerima itu selama apa yang dilakukan dalam internal partai Golkar, sesuai dengan mekanisme partai itu sendiri.

“Saya biasa saja. Nanti kita lihat seperti apa. Golkar ini cukup berdinamika, jadi nanti kita lihat seperti apa,”cetusnya. (HS-19)

Pin It on Pinterest