Juli 28, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Kerugian Rp.238,5 M, Diminta Hadirkan Terdakwa

Kerugian Rp.238,5 M, Diminta Hadirkan Terdakwa

AMBON, SPEKTRUM –┬áRupanya Penasehat Hukum penasaran. Sampai-sampai meminta kepada Majelis Hakim untuk menghadirkan terdakwa pada persidangan berikutnya. Nilai kerugian menjadi Bank Maluku-Maluku Utara terbilang besar dan melibatkan banyak pihak. Permintaan itu dipenuhi JPU Kejati Maluku.

Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penjualan dan pembelian (reverse repo) surat-surat hutang/obligasi pada kantor pusat PT.Bank Pembangunan Daerah Maluku Tahun 2011 sampai dengan 2014 kian berjalan. Siang kemarin, Rabu 17 Maret 2021, majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon yang diketuai Pasti Tarigan itu memerintahkan untuk kasus Rp.238,5 miliar ini tetap berjalan.

Desakan Hakim itu melalui putusan sela terhadap eksepsi atau keberatan, Idris Rolobessy dan Izack B. Thenu atas dakwaan Penuntut Umum Kejati Maluku yang berlangsung dalam ruang sidanag utama, Pengadilan setempat. Hakim menyebut, dakwaan jaksa setelah diperiksa telah memenuhi unsur formil dan meteril, sehingga patut untuk menolak keberatan kedua terdakwa.

Baca juga : Lusa Idris Rolobessy Kembali Diadili

“Mengadili, menolak eksepsi terdakwa, dan menyatakan perkara ini dilanjutkan,” sebut hakim Ketua, Pasti Raigan dalam sidang yang dihadiri, JPU Kejati Maluku, Ahmad Atamimi, dan tim kuasa hukum dua terdakwa, Adolof Seleky Cs.

Dengan demikian, perkara Reverse Repo terhadap kedua terdakwa yang merupakan mantan pejabat tinggi di Bank Maluku itu akan dilanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi, pada Rabu 24 Maret 2021 nanti.

“Siap majelis, saksi akan kita hadirkan pada sidang pada tanggal 24 Maret nanti demikian,” jelas Atamimi menjawab pertanyaan hakim ketua untuk penjadwalan pemeriksaan saksi perkara tersebut.

Pin It on Pinterest