Agustus 2, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Alasan Rasional, Sopacua Yakin Demokrat Versi KLB Disahkan

Alasan Rasional, Sopacua Yakin Demokrat Versi KLB Disahkan

AMBON, SPEKTRUM – Dengan mengajukan dokumen disertai alasan-alasan yang rasional, Inisiator Demokrat versih KLB, Max Sopacua yakin, kelompoknya akan disahkan dan mendapat legalstanding dalam proses tersebut.

Sopacua saat dihubungi Spektrum, via telepon seluler, kemarin mengaku, pihaknya telah menyiapkan semua data dan dokumen untuk diserahkan me Kemenkumham, Senin tadi.
“Semua dokumen yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi KLB kami lampirkan ke Kumham, biar dilihat sejauhmana alasan untuk membuat KLB demokrat yang sudah menjadi partai milik keluarga ini,”ujarnya.

Menyadari, bahwa proses yang tengah dilakukan bukanlah untuk mendaftarkan partai baru, melainkan hasil dari proses pelaksanaan KLB. Maka segala sesuatu diharuskan komplit dengan berbagai alasan dan syarat. Mengingat ada kelompok lain (kelompok AHY) yang mengantisipasi kelompok KLB.
“Banyak bertanya kapan KLB didaftarkan. Batas waktu Kumham itu ada. Kita ingin melakukan sesuatu itu komplit. Ini bukan daftar partai baru, tapi hasil KLB. Dan itu harus komplit.
Kelompok AHY sudah datang duluan ke Kumham, mereka sudah takut duluan, itu kelihatan kan. Kami tenang, tetap ikut prosedur,”jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa kekuasaan yang dipakai SBY maupun AHY, sudah keluar jalur. Demokrat adalah partai terbuka, partai milik rakyat, namun justru dijadikan seperti partai keluarga.
“Ini bukan tidak bagus lagi. Seperti yang dikatakan pa Bambang, bahwa kita ini brutalisme, padahal kebalik. Justru disana yang menabrak Undang-Undang dan merubah mukadima akta notaris. Itu brutal luar biasa. Dan semua pendiri sedang berkumpul untuk membawa itu ke pengadilan, karena SBY merubah
mukadima akta notaris sekaligus AD/ART. Pemerintah tidak akan tidur,”tandasnya.

Berkaca dari peristiwa ini, Sopacua kembali mengulangi kalimat yang pernah dilontarkan SBY, bahwa “kalau salah bilang salah, kalau benar bilang benar.” Itu adalah keadilan. Tetapi justru SBY sendiri yang melanggar itu.
“Sudah salah lalu mau dibenarkan atas kesalahannya. Saya sudah tahu apa resiko dari semua ini. Tadi jam 11 kawan-kawan sudah sampaikan dokumen ke Kumham. Soal jangka waktu tergantung kesiapan. Tidak ada aturan yang mengatur (soal waktu). Itu ada itu di Kumham,”Tandasnya. (HS-19)

Pin It on Pinterest