Connect with us

SOROT

Distan Maluku Gelar Forum OPD, Ini Pesan Sekda

BANDA, SPEKTRUM – Forum OPD 2021 Dinas Pertanian Provinsi Maluku digelar di Pulau Banda Kabupaten Maluku Tengah, Jumat dan Sabtu, 22 dan 13 Maret 2021.
Forum ini diikuti Kepala Dinas Pertanian se Maluku, Kepala Bidang, Kepala Sub Bidang serta pejabat teknis lainnya. Jumlah peserta yang hadir 284 orang.

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan, Margaretha E.E Samson pada pembukaan kegiatan tersebut berpesan agar forum strategis yang diselenggarakan harus mampu dimanfaatkan secara maksimal, serta menjadi ruang diskusi konstruktif guna melahirkan berbagai gagasan solutif untuk menjawab berbagai isu strategis pembangunan pertanian di Maluku.
“Keberhasilan pembangunan pertanian salah satunya ditandai dengan tersedianya pangan yang memadai untuk dikonsumsi masyarakat sepanjang waktu. Artinya pemerintah bertanggung jawab untuk menjamin ketahanan pangan sampai tingkat perseorangan,” kata Sekda mengingatkan.

Kebijakan Pembangunan Pertanian tambahnya, merupakan usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan Preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi kebijakan pembangunan pertanian yang telah ditetapkan.
Kebijakan pembangunan pertanian yang baik memiliki tiga unsur, yaitu :Food Security (Ketahanan Pangan).
“Artinya kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau,” katanya.
Kemudian Livelihood Security atau Ketahanan Penghidupan dan Ecologica Security atau Ketahanan Ekologi.

Menututnya perrtanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah suatu sistem pertanian yang mendasarkan dirinya pada pemanfaatan sumber daya alam (lahan, air dan kenearagaman hayati lainnya) secara lestari.
“Keanekaragaman hayati merupakan kekuatan petani dalam upaya melestarikan ketahanan pangan. Keanekaragaman hayati dapat menjadi sumber alternatif dalam penganekaragaman jenis- jenis tanaman budidaya,” jelasnya.

Dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), kata Sekda, perlu ditunjang oleh empat subsistem, yakni, Subsistem pertanian hulu, yaitu subsistem yang menyediakan sarana produksi pertanian mulai dari benih, bibit, pakan ternak, pupuk, obat untuk memberantas organisme pengganggu tanaman, lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat pertanian, mesin, serta peralatan produksi pertanian.

Kedua, subsistem on farm atau subsistem budidaya merupakan sub sistem primer atau berlaku kegiatan produksi didalamnya. Termasuk di dalamnya Pengembangan Best Practice Farming tanaman, ternak; pengembangan dan penataan dan penguatan organisasi produksi petani; peningkatan Nilai Tukar Petani.

Ketiga Subsistem pengolahan (hasil), seperti pengembangan industri pengolahan hasil untuk merebut nilai tambah produk pertanian bidang makanan minuman, serat, kayu, biofarmaka; pengembangan, penguatan, dan penataan organisasi industri pengolahan hasil, termasuk home industry.

Keempat, Susbsistem pemasaran, mencakup pemasaran hasil-hasil usahatani dan agroindustri baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Kegiatan utama subsistem ini adalah pemantauan dan pengembangan informasi pasar dan market intelligence pada pasar domestik dan pasar luar negeri.

Untuk mewujudkan empat subsistem di atas maka harus dilakukan, penciptaan kondisi ekonomi yang kondusif untuk pengembangan investasi usaha sekala besar, menengah dan kecil.
“Juga Menjaga stabilitas politik yang konsisten dan persisten mengembangkan sektor pertanian, mengembangkan lembaga-lembaga penelitian untuk teknologi praktis di setiap subsistem agribisnis,” urainya.

Selanjutnya, mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan bidang bisnis dan kewirausahaan di lembaga pendidikan formal dan informal.
Mengembangkan lembaga keuangan yang dapat diakses oleh bisnis bidang pertanian hulu, onfarm, dan hilir
Pengembangan infrastruktur agribisnis: jalan, pelabuhan, listrik, komunikasi, dan lain-lain
Serta mengembangkan lembaga pengatur dan pemandu sistem agribisnis di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sekda menegaskan sinergi dan integrasi pembangunan pertanian harus melibatkan unsur-unsur yang berasal dari Kementerian PUPR yakni infrastruktur jalan dan reservoir air
Kementerian BUMN/BUMD untuk pengembangan Badan Usaha Petani.

Sementerian Perhubungan penyediaan sarana dan prasarana serta moda transportasi
Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi guna menginisiasi teknologi tepat guna, transfer teknologi dan informasi

Kementerian Dalam Negeri; untuk penetapan tata ruang kawasan pertanian, Kementerian Industri dan Perdagangan guna menjaga stabilisasi harga hasil dan produk pertanian, dan pemasaran.
“Juga Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota; guna penetapan kawasan pertanian, infrastruktur, pemberdayaan dan pendampingan serta pengawalan, ” katanya.

Sekda juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pembangunan pertanian di Provinsi Maluku, untuk optimis dalam upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat yang menyeluruh dan berkeadilan, mempersiapkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia sebagai modal dasar untuk maju dan berdaya saing.

“Kita semua berharap, dalam proses pelaksanaan rangkaian Forum OPD ini mampu menghadirkan proses perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, partisipatif, dan akuntabel, sehingga bermuara pada tercapainya dokumen perencanaan yang semakin berkualitas,” katanya. (HS-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in SOROT