Juli 28, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Taihutu: Pertamina Jangan Main Api, DPRD On The Spot ke SPBU Lateri

Taihutu: Pertamina Jangan Main Api, DPRD On The Spot ke SPBU Lateri

AMBON, SPEKTRUM – Direncanakan, Selasa (9/3), Komisi II DPRD Kota Ambon akan melakukan on the spot ke SPBU Lateri. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi lain sebelum diagendakannya rapat dengar pendapat bersama pihak-pihak terkait, berhubungan dengan penjualan BBM subsidi secara illegal.

Kepada Wartawan, di Balai Rakyat Belakang Soya, Senin (8/3), Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafry Taihutu mengatakan, pihaknya ingin memastikan terkait kasus yang terjadi, sebelum dilakukannya rapat bersama,

Manager SPBU, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kadisperindag, SKK Migas dan Pertamina.

“Komisi akan on the spot ke SPBU Lateri. Kami ingin pastikan kasus yang terjadi sebelum dilakukan rapat dengar pendapat dengan para pihak,”ujarnya.

Dikatakan, ini merupakan agenda pertama komisi setelah masa reses usai. Untuk itu, apakah akan didorong agar SPBU ini ditutup, pihaknya akan melihat hasil on the spot  juga hasil rapat dengar pendapat nantinya.

“Nanti kita lihat hasil tinjauan dilapangan dan rapat dengar pendapat. Ini kan BBM subsidi, itu harus dinikmati oleh masyarakat. Lihat saja antri dibeberapa SPBU, itu masyarakat antri hanya untuk dapatkan BBM subsidi. Sementara SPBU Lateri menjual diluar ketentuan,”tandasnya.

Artinya, bahwa medianya mesti bukan jirigen seperti yang ditemukan tim Gugus Tugas Covid-19. Apalagi, penjualan yang dilakukan SPBU, diluar jam operasi sesuai Peraturan Walikota.

“Kalau yang beli itu nelayan, sementara untuk nelayan itu sudah dikhususkan SPBU nya di Passo dan PPL Eri. Untuk itu. Ini harus diikuti terus. Agar tidak ada lagi seperti ini,”ujarnya.

Disinggung soal polisi yang terkesan tidak mau menindaklanjuti kasus tersebut dan lebih menyarahkan ke Gugus Tugas, Taihutu mengatakan, hal itu akan dilihat nanti dalam rapat bersama para pihak.

“Makanya nanti kita lihat dalam rapat dengar pendapat. Karena ini bisa diklasifikasi sebagai illegal oil,”cetusnya.

Pertamina tambahnya, jangan main api  di belakang dalam persoalan ini.

” Pertamina juga harus clear soal ini. Aksi  dari Satgas mestinya dianggap sebagai satu kunci. Memang kewenangan Satgas juga terbatas. Nanti kita lihat,”tandasnya. (HS-19)

Pin It on Pinterest