Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Genjot Perekonomian, Dispar Maluku Serius Garap Obyek Wisata

AMBON, SPEKTRUM– Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku sangat serius mengembangkan obyek-obyek wisata di Maluku. Ini terlihat dari intensitas pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menggali pikiran dan ide dari mereka agar pariwisata di Maluku benar-benar dapat diandalkan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Menurut Sekretaris Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Rio Pellu, pada pertemuan ketiga yang dilaksanakan di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (16/2/2021), Dispar sudah tiga kali mengadakan pertemuan. Pertemuan pertama, membahas konsep pengembangan pariwisata untuk pengembangan ekonomi dan memberantas kemiskinan. Hal ini berkaitan dengan infrastruktur pendukung pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

Ia mengatakan, ada tiga hal yang harus dituntaskan yakni, penyediaan dan pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata, dukungan promosi pariwisata dan penyediaan dan pengembangan daya tarik wisata.

Pengembangan ekonomi kreatif terkait dengan pemberdayaan dan pengembangan kapasitas serta kualitas produk pelaku ekonomi kreatif yang telah direalisasikan di Pantai Liang, minggu lalu dengan menata area dan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi pelaku usaha ekonomi kreatif serta penyediaan akses permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif.

“ Dalam kaitan dengan itu, pertemuan ini salah satunya adalah bagaimana dukungan akses permodalan terutama dari pihak perbankan, khususnya untuk memperkuat UMKM yang bergerak pada sector ekonomi kreatif,” terangnya.

Tema rapat koordinasi keempat tentang pembangunan pariwisata yang akan diselenggarakan di Pulau Banda pada tanggal 26-27 Februari 2021, kata Rio, mengangkat tema “Akselerasi Pemulihan Ekonomi Sektor Pariwisata di Maluku Pasca Covid-19”. Tema ini memiliki korelasi dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) secara nasional dan RKPD Provinsi Maluku.

“ Arah pengembangan kerjasama yang nanti akan dilaksanakan tahap pertama adalah pengembangan pariwisata dalam rangka perbaikan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan,” ungkapnya.

Rapat yang ketiga, membahas tentang daya dukung perbankan, termasuk pihak OJK, promosi pariwisata secara bersama-sama dengan para pemangku kepentingan dengan mengundang asosiasi perhotelan, Perbankan, OJK, Pelindo, Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan juga Dinas Koperasi dan UKM. Pembentukan komunitas pariwisata, baik fotografi, selam, vlogger maupun Badan Pariwisata Maluku yang sementara diinisiasi Dispar dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua PHRI Provinsi Maluku, Tenny Barlola menyarankan agar prioritas pariwisata dalam rencana strategis Pemprov harusnya dinaikkan, bukan pada level keempat tetapi di level pertama atau minimal di level kedua. (HS.17).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi & Bisnis