Agustus 2, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Rp.31 M Habis, Dermaga Moa Amburadul

Rp.31 M Habis, Dermaga Moa Amburadul

Dermaga Moa tak kunjung bisa digunakan. Proyeknya belum tuntas. Uang Rp.31 miliar sudah habis. Semua kejahatan ini dimulai dari proses lelang. Akhirnya negara dirugikan.

AMBON, SPEKTRUM – Dermaga ini dibangun di Maluku Barat Daya. Masyarakat setempat menyambut gembira pembangunan dermaga itu. Karena bisa memutus mata rantai keterisolasian daerah.

Tokoh masyarakat setempat mengatakan, kalau proyek itu tuntas dikerjakan, akan sangat membantu masyarakat dalam aktivitas ekonomi. Kini harapan masyarakat pupus. Proyek tak kunjung selesai. Niat baik pemerintah pusat, justeru dijadikan lahan korupsi kontraktor.

Proyek ini dikerjakan CV Fazhar. Proyek dikerjakan tiga tahap. Sejak lelang, sudah ada indikasi setingan oleh panitia tender. Pememangnya pula sudah ditentukan dan di desain rapih oleh mereka.

Proyek ini tahap I dianggarakan Rp.5 miliar lebih, tahap ke II Rp.17 miliar lebih dan tahap ke III Rp.9,6 miliar lebih. Anggaran puluhan miliar ini hanya mampu memuaskan pelaksana proyek tanpa memikir kepentingan masyarakat di sana.

Hasilnya nihil. Sistimnya sejak awal itu yang membuahkan hasil tidak maksimal. Misalkan untuk tahap II, sejumlah perusahaan yang mendaftar dan mengikuti proses pelalangan, banyak yang menawar di angka Rp.12 miliar sampai Rp.13 miliar. Tapi tidak dimenangkan.

Begitupun, tahap ke III dengan pagu anggaran senilai Rp.9,6 miliar, ada sejumlah persuhaan yang mendaftar dan mengikuti lelang nilai penawaran mereka diangka Rp.8,2 miliar tapi dimenangkan.

“Balai Transportasi Darat. Lelang sudah diatur dari awal sedemikian rupa. Indikasinya dapat dilihat dari peserta lelang perusahaan yang sama. Ada perusahaan dengan tawaran Satuan harga terendah tidak lolos. Jadi ini sudah salah sejak awal,” ungkap sumber media ini, Minggu 14 Februari 2021.

Menurutnya, presentasi pelaksanaan pekerjan proyek di lapangan hingga saat ini amburadul. Tidak tuntas.  Ini bisah dikatakan bermsalah. Kejaksaan maupun Kepolisian yang memiliki kewenangana patut mengusut persoalan proyek gagal tersebut, karena berhubungan dengan uang negara yang disalah gunakan.

“Ini kalau diusut kenah deh,” singkat sumber itu mengingatkan.

Hingga tahap III, pekerjaan proyek pembangunan dermaga penyebrangan Moa di MBD belum juga tuntas. (Foto: Ane’S)

Salah satu tokoh mudah asal MBD, Isack Salmon yang dimintai pendapatnya mengaku geram dengan proyek pemerintah yang dibuat atau dibangun untuk kepentingan masyarakat namun fatka di lapangan proyek itu gagal. Tidak ada asas manfaat bagi masyarakat, sebagaimana tujuan dari pemerintahan itu sendiri.

“Kalau seperti itu, Pemerintah tidak adil. Ini sesuatu tindakan kebodohan terhadap masyarakat MBD. Kami harap Polisi maupun Jaksa harus mengusut tuntas, karen diduga kuat ada apenyelengan uang negara atau korupsi didalamanya. Harus usust tuntas,” tandas Salmon saat dimintai pendapatnya.

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Kabupaten MBD, Evert Makupiola menduga proyek pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Moa untuk tahap yang ke-III adalah siluman, yang dikerjakan CV. Fazhar Bangun dengan Nomor Kontrak: 3/Kontrak-Fisik/PPKSARPRAS/BPTD-XXIII-2020.

Sedangkan untuk waktu kerja dalam 180 hari kalender, terhitung 19 Juni-15 Desember 2020.

“Proyek tersebut menelan dana Rp.9,6 miliar lebih yang dikerjakan oleh CV. Fazhar Bangun tersebut hingga Februari 2021 ini, belum selesai. Belum lagi pekerjaan tahun 2020 kemarin, namun RAB-nya tidak dikantongi Dinas Perhubungan Kabupaten MBD,” kata Makupiola kepada wartawan, Selasa, 9 Februari 2021 di Tiakur.

Dia mengaku, kalau proyek tersebut memang benar dikerjakan oleh kontraktor dari Surabaya, tetapi seharus dokumen RAB-nya harus diberi kepada Dinas Perhubungan setempat, sehingga ada pengawasan dari dinas.

“Masa proyeknya dikerjakan di MBD, kenapa tidak diberikan hak sedikitpun oleh Dinas Perhubungan dalam pengawasan? Kan mereka (kontraktor-red) datang untuk bekerja di sini. Ini merupakan pembodohan yang selama ini dilakukan oleh kontraktor dari luar,” ketusnya.

Pihak kontraktor hanya datang melapor diri saja. Kenapa kontraktor tidak membawa dokumen proyeknya?

“Saya sudah cek di Dinas Perhubungan memang benar, kalau kontraktor hanya datang untuk lapor diri saja. Tapi untuk dokumen maupun RAB proyek dermaga tersebut tidak diberi ke Dinas Perhubungan,” kata dia.

Menurut dia, ini pembohongan dari pihak kontraktor yang sengaja tidak memberikan RAB. Kuat dugaan pihak kontraktor bisa saja menghilangkan beberapa item pekerjaan untuk mencari keuntungan semata.

Proyek dermaga penyeberangan Moa, Kabupaten MBD terlihat masih amburadul. Pekerjaan ini telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp.31 miliar dana APBN 2018-2020 tahap I – III. (Foto: Ane’S)

Terhadap itulah, pekerjaan tahap III dermaga penyeberangan Moa ini, mestinya tidak lagi dikerjakan di tahun 2021 ini.

Pekerjaan juga belum selesai sesuai dengan kontrak kerja. Bahkan dia meminta kepada Pemerintah Pusat, Provinsi Maluku, dan Balai, jika ada proyek yang masuk ke Kabupaten MBD, diwajibkan menyerahkan semua dokumen menyangkut proyek yang akan dikerjakan ke Pemkab MBD melalui dinas teknisnya.

“Saya meminta khusus kepada Menteri Perhubungan RI dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku maupun Balai, agar proyek-proyek yang masuk ke Kabupaten MBD, baik itu jembatan maupun dermaga, agar kontraktornya wajib menyerahkan dokumen maupun RAB-nya ke dinas terkait, sehingga dapat dilakukan pengawasan,” harapnya.

Dia menduga, dengan tidak menyerahkan dokumen-dokumen serta RAB proyek tahap III dermaga penyeberangan Moa tersebut, disinyalir ada unsur kenakalan untuk mencari keuntungan, tapi tidak memperhatikan kualitas konstruksi pekerjaannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten MBD, H. Ubro menjelaskan, proyek tersebut merupakan proyek APBN yang dikerjakan melalui Balai Transportasi dan Perhubungan Darat. Saat proyek itu dikerjakan pihak Balai dan kontraktor telah melaporkan pekerjaan proyek itu kepada Pemda.

“Itu berarti proyek tersebut bukan siluman, karena telah diketahui oleh Pemda MBD,” kata Ubro seperti dilansir media. (TIM)

Pin It on Pinterest