Connect with us

Ragam

Pertamina Gelar Workshop Bagi Jurnalis Maluku

Paparan materi terkait proses bisnis Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Wilson Edy Wijaya selaku SAM Retail Maluku PT. Pertamina.

AMBON, SPEKTRUM – Communication Relations dan CSR Regional Maluku-Papua PT. Pertamina (Persero), Rabu (10/2), menggelar workshop bagi Jurnalis di Maluku.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2021 kemarin.
Acara yang berlangsung di Aula salah satu resort di kawasan Waitatiri, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah itu dibuka oleh EGM Regional PT. Pertamina Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, Yoyok W Waniadi.
Dalam sambutannya, Yoyok menyampaikan selamat Hari Pers bagi Pers di Maluku. Pihaknya juga mengapresiasi peran Pers sebagai patner Pertamina dalam bersinergi dan turut mengawal Pertamina dalam membangun kemandirian dan ketahanan energi. Terutama di Maluku.
“Selamat hari Pers Nasional. Terus berkarya sebagai akselerator perubahan, garda terdepan pemberi informasi untuk bangkit dari pandemi saat ini,”ujarnya.
Dalam kegiatan yang melibatkan Jurnalis, baik dari media cetak, elektronik TV maupun Radio serta media online itu, menghadirkan Narasumber dari pihak Pertamina, yakni Wilson Edy Wijaya selaku SAM Retail Maluku PT Pertamina, yang menyampaikan terkait proses bisnis Bahan Bakar Minyak (BBM). Yang mana, kesulitan pendistribusiannya ada pada transportasi. Mengingat rentang kendali Maluku yang harus melintas antar Pulau. Apalagi, dengan kondisi gelombang, maka proses pendistribusiannya akan memakan waktu.
“Maluku dan Maluku Utara ini kan musim ombak, yang harusnya dari pangkalan Wayame ke beberapa pulau yang ada di SBT, butuh waktu hanya 12 jam, bisa mencapai 3 hari perjalanan. Itu yang terkadang menjadi kendala,”akuinya.
Sementata itu, Jhon Sahusilawane, selaku salah satu Wartawan senior yang juga merupakan Kepala Biro Antara Maluku memaparkan terkait kode etik Jurnalis dalam penulisan maupun pencarian data terkait pemberitaan.
Menurut Jhon, dalam penulisan berita, Jurnalis harus jelih menelaa, untuk melihat, sejauh mana manfaat dan keuntungan, dari sisi penindakan dan tindaklanjut dari pihak-pihak yang menjadi objek dalam penilisan itu. Artinya, ketika melihat terjadinya kerumunan disuatu tempat. Yang otomatis, naluri Jurnalis akan muncul. Tapi apa manfaatnya, ketimbang petistiwa itu dilaporkan secara pribadi ke pejabat tertentu, kemudian langsung ada penindakan untuk membubarkan kerumunan itu.
“Sebenarnya dengan tindakan itu. Semuanya akan berjalan aman, mengingat saat ini, jika ada proses kerjasama dengan Pemerintah, maka secara otomatis, akan berpengaruh pada pemberitaan. Tapi bagaimana independensi tetap terjaga, maka lakukan dengan cara itu.
“Tidak bisa dipungkkri soal bisnis media yang mengejar target pembaca, sehingga tidak berpikir dampaknya,”ujarnya.
Selain itu, Legal Cousel Pertamina Ambon memaparkan terkait regulasi dalam bisnis hilir Migas.
Dalam acara tersebut juga berlangsung sesi tanya jawab dan diskusi dari materi-materi yang telah dipaparkan. (HS-19)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ragam