Juni 24, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Pers Diminta Turut Kontrol Pendistribusian BBM di Maluku

Pers Diminta Turut Kontrol Pendistribusian BBM di Maluku

AMBON, SPEKTRUM – PT. Pertamina Regional Maluku-Papua meminta Pers turut bersama-sama melakukan fungsi kontrol sosial terkait pendistribusian serta penerapan harga BBM di Maluku.
Hal itu disampaikan Unit Manager Communication Relations dan CSR Pertamina MOR VIII, Edy Mangun, saat menanggapi Wartawan terkait sistem pengawasan Pertamina terhadap praktek-praktek illegal dilapangan.
Menurutnya, kerjasama semua pihak, baik Pers, aparat kepolisjan dati sisi keamanan, dan Pemerintah, dalam hal ini Disperindag, sangat dibutuhkan demi meminimalisir upaya-upaya penyelewengan dan pelanggaran oleh oknum-oknum tertentu.
“Jadj sistem pengawasannya, Pertamina akan berkoordinasi dengan Pemerintah, baik itu Disperindag, Polisi, karena itu juga perintah Undang-Undang, jadi kita masing-masing punya kewajiban,”jelasnya di Ambon, Rabu (10/2).
Namun dia juga mengakui, bahwa dari semua kewajiban itu, masih saja ada upaya penimbunan dan pencurian terhadpa BBM. Artinya, selama Disparitas harga masih ada, maka peluang pencurian terhadap BBM, pasti tetap ada.
“Dengan itu, soal penindakan hukum, itu menjadi tanggungjawab Polisi. Dan Pertamina hanya berbicara soal teknis,”ujarnya.
Disinggung soal penerapan BBM satu harga, Mangun mengakui memang sulit membuat pemerataan dari sisi energi. Hal itu karena, keterbatasan infrastruktur dan daerah geografis. Untik itu, butuh kerjakeras bersama, termasuk media dalam melakukan kontrol sosial untuk meminimalisir pelanggaran-pelanggaran yang mungkin terjadi.
Pada kesempatan itu, Mangun juga menjelaskan soal kewenangan penekanan harga BBM satu harga, yang mestinya dilakukan oleh masing-masing Kepala Daerah. Yang mana mekanismenya, Pemerintah Daerah dengan kategori 3T, menyurati SKK Migas soal penerapan BBM satu harga. Dan itu merupakan perintah UU Migas.
“Yang penting dia memenuhi syarat daerah 3T,”ujarnya.
Ditanya soal ekstra droping BBM jelang hari-hari besar keagamaan mauoun hari lainnya yang dapat menyebabkan tingginya kebutuhan BBM, terutama jelang Ramadhan April mendatang, dian menjelaskan, bahwa hal itu akan dilakukan. Namun kini, pihak Pertamina sedang melakukan survei internal untuk mengetahui berapa kebutuhan masyarakat akan BBM itu sendiri.
“Menjelang hari besar keagamaan dan libur-libur nasional yang panjang, memang sudah dijadwalkan untuk ekstra droping. Tapi sementara mengenai besaran, biasanya dihitung setelah dilakukan survei internal terkait kebutuhan dan lain-lain. Dan April saat Ramadhan, itu diakhir Maret baru bisa dilihat berapa persen dari normal dari distribusi yang ada untuk nanti ditambahkan. Sekarang belum bisa dilihat presentasenya berapa, karena ada ketakutan, kalau distribusinya lebih, takut diselewengkan orang. Jadi kita akan mencari angkah yang mendekati kebutuhan,”terangnya.
Hal ini mengingat, BBM subsidi terbatas. Maka jika terjadi kesalahan dalam penghitungan kebutuhan, sehingga kehabisan stok BBM sebelum akhir tahun, maka itu kondisi gawat. “Bahkan Pemerintah juga akan memberikan sanksi seperti biaya transport yang diberikan itu tidak akan diganti dan kita wajib menutupi kekurangan itu. Dan sebagai korporasi kita/Pertamina tentu tidak mau itu terjadi,”tandasnya. (HS-19)

Pin It on Pinterest