Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Tahun 2020 Ekspor Meningkat, TPEM Genjot Diversifikasi Komoditi

Tahun 2020 Ekspor Meningkat, TPEM Genjot Diversifikasi Komoditi

AMBON, SPEKTRUM – Tim Peningkatan Ekspor Maluku (TPEM) terus berupaya agar lebih banyak komoditi yang bisa diekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah seperti yang diharapkan Presiden RI, Joko Widodo.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselanno kepada wartawan, Selasa (2/2/2021) di Kantor Gubernur Maluku.

TPEM yang dipimpin Asisten III bidang perekonomian dan pembangunan,  Setda Maluku, Ismail Usemahu, kata Elvis, terus melakukan konsolidasi dengan pemangku kepentingan. Berupaya menggali kemungkinan peluang-peluang ekspor ke depan, baik diversifikasi pasar tujuan maupun komoditinya.

“ Itu memang terus dilakukan,” ungkapnya.

Dikatakan, tahun 2020 lalu, kendati ada pandemi Covid-19 namun ekspor hasil perikanan Maluku naik 183% dengan nilai ekspor sebesar 45,3 juta US$, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 14,8 juta US$. Kontribusi terbesar oleh perusahaan udang di Oping, Arara, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

“Berarti peningkatannya sangat signifikan. Untuk komoditi, memang kita lagi berupaya non ikan. Kalau ikan kan sudah jalan terus,” tandas dia.

PT Wainibe Wood Industri (WWI), perusahaan kayu lapis di Wainibe, Pulau Buru, sudah bersedia mengekspor kayu olahan lewat pelabuhan di Ambon atau memuat di pelabuhan Buru tetapi diusahakan dokumennya dari kantor bea cukai Ambon.

Menurut Elvis, PT Pelni yang biasa mengangkut hasil produksi PT WWI kelihatannya agak keberatan jika ekspornya langsung dari Ambon. Oleh karena itu, PT WWI dan TPEM sedang menjajaki kemungkinan kerjasama dengan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), operator pelayaran yang biasa memfasilitasi eksportir.

“ Kita coba membangun komunikasi dengan salah satu operator pelayaran yang selama ini memfasilitasi eksportir. PT SPIL,” terangnya.

Senin (1/2/2021), kata Elvis, TPEM rapat dengan semua pengusaha perikanan dan pemangku kepentingan untuk mempersiapkan kelanjutan dari  ekspor langsung dari Manado agar terus berlanjut rutin karena saat ini Jepang sedang lockdown namun akan normal kembali pada 8 Februari 2021 mendatang sehingga ekspor tuna loin tanggal 10 Februari 2021 bisa dilanjutkan lagi.

“ Jepang akan dibuka kembali direct export yang lewat bandara itu. Kita memperjuangkan direct export yang  lewat Manado. Kita lagi konsolidasi agar dia bisa jalan kembali. Beberapa waktu ini Jepang lockdown. Jadi tidak bisa kirim ikan ke sana,” ungkap dia.

Menurut Sekretaris TPEM ini, perhatian serius yang ditunjukkan Asisten III selaku Ketua TPEM bisa dilihat dari intensnya konsolidasi seluruh pemangku kepentingan, baik OPD pemerintah provinsi maupun instansi vertikal, bea cukai, kehakiman dan pelaku usaha serta pihak bank.  

Rencananya, Rabu (3/2/2021), TPEM akan rapat dengan Bank Indonesia. (HS.17).

Pin It on Pinterest