Agustus 2, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Diduga Insentif Nakes di RSUD Tulehu Ditilep

Diduga Insentif Nakes di RSUD Tulehu Ditilep

  • Tim Covid-19 DPRD Maluku Bakal On the Spot

AMBON, SPEKTRUM – Pembayaran insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) khusus Covid-19 di RSUD Tulehu menimbulkan persoalan baru. Pasalnya, diduga kuat ada pemotongan hak Nakes yang berjumlah sekitar 100 orang.

Sumber Spektrum di RSUD Tulehu menjelaskan, Nakes di rumah sakit tersebut menerima insentif sebesar Rp.2,5 juta dari yang seharusnya Rp.4,7 juta per bulan.

Selain itu, ada Nakes yang menolak menandatangani kwitansi lantaran mereka menerima Rp.6 juta sedangkan diharuskan menandatangani kuitansi senilai Rp.19,5 juta bermaterai Rp.5.000.

Menyikapi hal tersebut, Tim Penanganan Covid-19 DPRD Maluku, Rofiq Afifudin meminta agar RSUD Tulehu mengklarifikasi informasi yang sementara beredar, agar ‘clear and clean’.

“Saya juga meminta perawat atau tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Tulehu berani menyampaikan secara terbuka persoalan ini, dan mungkin kita akan panggil Direktur RSUD Tulehu beserta Nakes didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku,” kata Rofiq.

Jika perlu, Komisi IV DPRD Maluku akan On the Spot ke RSUD Tulehu guna memastikan informasi yang beredar.

“Kita tunggu Ketua Koordinator Tim Covid-19 DPRD Maluku, Melki Sairdekut untuk turun ke Tulehu guna memastikan informasi inj,” tabdasnya.

Dijelaskan, Nakes yang menerima intensif adalah meteka yang bersentuhan langsung dengan lasien Covid-19.

“Bukan hanya perawat tapi mereka yang berkontak langsung dengan pasien covid walau pun dia hanya cleaning service, kita harus perjuangkan. Semua yang beruryssn dengan pasien Covid-19 memiliki potensi tertular,” tetangnya. Afifudin menjelaskan, ada dua dana yakni insentif dan dana jasa.

“Itu semua saya tahu hanya mekanismenya lagi ribet jadi nanti kita lihat yang jadi persoalan ini dana insentif atau dana jasa nanti kita lihat sama sama,” katanya lagi. (HS-16)

Pin It on Pinterest