Connect with us

Berita Utama

Kantor Ambil Untung, Dermaga Dawelor Rusak Parah

Jembatan Dawelor, Kabupaten MBD terlihat rusak, dihantam gelombang. (ist)

TIAKUR, SPEKTRUM – Pekerjaan dermaga asal-asalan, mengakibatkan penunjang sarana transportasi laut yakni Dermaga Dawelor-Dawera rusak parah.  Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas pelaksanaan pekerjaan itu.

Perkejaan proyek tersebut dimulai sejak 2017 lalu, secara bertahap. Aalah satu Tokoh Pemuda masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) asal Dawelor-Dawera, mengaku pekerjaan dermaga atau jembatan Dawelor-Dawera ini dikerjakan beberapa tahun lalu. Konstruksinya kurang kuat.

Pekerjaan dermaga Dawelor-Dawera ini menghabiskan uang negara, puluhan miliaran rupiah. Tapi hasilnya tidak sesuai jumlah anggaran. Ini nampak dari, adanya kerusakan jembatan atau dermaga. Kerusakan dermaga Dawelor-Dawera ini sejak tahun 2020 kemarin, lantaran dihantam ombak.

“Saya minta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku harus memeriksa kontraktor yang menangani proyek tersebut. Pekerjaan ini diduga asal-asalan. Masyarakat Dawelor-Dawera baru menikmati dermaga ini sekitar 3 (tiga) tahun, namun kini dermaga telah rusak. Untuk itu saya minta Kejati harus periksa pihak-pihak terkait yang menangani dermaga itu,” desak Tokoh Muda MBD asal Dawelor-Dawera, Remon Amtu dihubungi Spektrum kemarin melalui selulernya.

Jembatan Dawelor, Kabuten MBD, yang rusak sedang dilihat warga setempat. (ist)

Proyek ini milik Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Maluku. Karena itu, kata dia, Dishub Provinsi Maluku dan pihak Kontraktor PT. Daya Bangunan Raya yang menangani pekerjaan dermaga itu, harus bertanggung jawab.

“Sekali lagi saya tegaskan Kejati Maluku untuk secepatnya bergerak cepat. Pihak kontraktor yang menangani pekerjaan pun sudah kami menduga awal, kalau akan terjadi kerusakan. Karena saat para pekerja datang, mereka juga tidak diperhatikan serius oleh pihak kontraktor. Mereka terkesan diterlantarkan, bagaimana hasil kerjanya mau bagus?” tutur Amtu.

Kritikan juga datang dari mantan anggota DPRD Kabupaten MBD, asal Pulau Dawelor-Dawera yakni, Mely Makupiola menuturkan, proyek itu amburadul.

“Proyek dikerjakan tidak sesuai dokumen kontrak. Karena ada beberapa item juga tidak dibangun. Ini merupakan kejahatan kontraktor untuk meraup keuntungan pribadi,” serga Mely, politisi PKB MBD ini.

Dia meminta kepada aparat penegak hukum Kejaksaan maupun Kepolisian serta KPK, dan Dishub Provinsi Maluku untuk memanggil pihak kontraktor, agar segera melakukan perbaikan dermaga tersebut.

“Atau kalau tidak menyelesaikan pekerjaan dimaksud, para penegak hukum dapat mengusutnya,” tandas Makupiola. (MG12)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama