Connect with us

Daerah

Potret Kerukunan Islam-Kristen di SBT Dalam Pengecoran Kubah Masjid

Proses pengecoran Kubah Masjid yang melibatkan tiga komunitas (Islam, Kristen Protestant, dan Kristen Katolik) di Kabupaten SBT.

BULA, SPEKTRUM – Mayoritas penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), memeluk agama Islam. Namun meski demikian, potret kerukunan umat Islam dan kristen di Kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa itu, tetap terjaga dengan baik.
Dalam momen-momen tertentu, seperti pada proses pengecoran Kubah Masjid Nurul Jana yang berlokasi di Negeri Administratif Kilwouw, Kecamatan Teor, SBT, pada Rabu, (27/01/2021). Dimana kegiatan pengecoran Kubah, melibatkan masyarakat Salam-Sarani dari 10 Desa di Kecamatan Teor.
Salah satu Anggota DPRD Kabupaten SBT, Daerah Pemilihan III (Gorom, Wakate, Teor), Costantinus Kolatfeka, dalam rilisnya yang diterima Spektrum, kemarin mengaku, peristiwa unik itu adalah bagian dari membangun kesadaran, kebersamaan dan keberagaman antar umat beragama di Kabupaten SBT.
“Masyarakat dari Negeri Rumoy Duryar, Negeri Administratif Ker Ker, Karlokin, Kartutin Kar Tengah dan Teor, adalah Negeri Administratif yang berkomunitas Kristen Protestan dan Katolik, yang turut terlibat dalam kegiatan dimaksud. Selain itu, TNI-Polri, Babinsa maupun Kapospol, serta Pengusaha lokal juga terlibat aktif,”jelas Kolatfeka.
Kolatfeka yang juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut berpendapat, potret yang memperlihatkan indahnya kebersamaan dalam momentum pengecoran Kubah Masjid yang melibatkan tiga komunitas (Islam, Kristen Protestant, dan Kristen Katolik) di SBT itu, secara langsung memperlihatkan indahnya kerukunan. Dan itu merupakan peristiwa unik yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Saya melihat, ini peristiwa kerukunan antar umat beragama yang sangat luar biasa diawal Tahun 2021 ini. Kita menunjukan suatu persatuan dalam keberagaman hidup orang basudara dalam kerukunan umat beragama yang terkongkritkan dalam partisipasi basudara Kristen. Dan ini patut dirawat sebagai suatu kebiasaan dan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan,”harapnya.
Dia menambahkan, bahwa konsep mayoritas di SBT, terkongkritkan dalam toleransi yang tetap menjaga dan menghargai antar umat beragama dalam suatu momentum yang sangat luar biasa. Dimana keterlibatan semua pihak, telah menunjukan adanya kesadaran bersama dalam membangun Negeri dari sisi dan dalam bentuk apapun.
“Ini merupakan pesan kerukunan hidup orang basudara. Keterlibatan sayapun adalah bagian dari pengabdian bagi masyarakat di kampung/pulau saya sendiri dan di Daerah Pemilihan (Dapil) saya,”ujarnya.
Dalam momen yang sama, salah satu Tokoh Agama dari Teor, Jemaat GPM Ebenhaezer Rumoy, Pdt. Andre Souhoka menambahkan, pekerjaan pengecoran Kubah Masjid yang tidak
hanya dilakukan oleh umat Muslim, tetapi juga turut berpartisipasi di dalamnya umat Kristen (Katolik dan Protestan). Sebaliknya, hal
yang sama juga akan terjadi dimana ketika umat Kristen dalam membangun Gereja, ada partisipasi umat muslim didalamnya.
“Pekerjaan yang terjadi ini, tidak hanya
menggambarkan adanya kerjasama dan kerukunan hidup yang harmonis antar umat berbeda Agama di tanah Rumena-Teor, namun juga mencerminkan hubungan yang benar-benar dialogis-konstruktif,”ujarnya.
Hal lain yang menarik dalam kegiatan tersebut sambungnya, adalah, dalam suatu pekerjaan pembangunan fasilitas atau sarana prasarana keagamaaan, pihak yang punya pekerjaan, akan meminta partisipasi penganut agama yang lain dengan menggunakan pendekatan secara adat budaya dengan berjalan masuk-keluar Rumah, dari Desa ke Desa, dengan menggunakan kain sarung untuk memberitahukan akan adanya pekerjaan pembangunan Gereja/Masjid dan sekaligus meminta kesediaan kaum laki-laki untuk berpartisipasi didalamnya.
“Menariknya juga, kedatangan partisipan (baik laki-perempuan), juga turut membawa bahan makanan dan lainnya untuk membantu perbekalan dapur (tuan rumah). Jafi tidak hanya tenaga. Maka dengan momen ini, Rumena-Teor bukan saja menjadi etalase yang mencerminkan adanya kerukunan dan hubungan persaudaraan antar umat berbeda agama di SBT, tetapi juga menjadi tanah dimana iman/injil (agama) dan adat (budaya) saling bertumbuh dan mendukung kehadiran satu sama lain,”tandasnya. (S01)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah