Connect with us

Ragam

Nono Sampono: Aman. Nyaman, Bersih, Syarat Penting Kembangkan Pariwisata

Gubernur Maluku, Irjen Pol (purn) Murad Ismail bersama Ketua DPD RI, La Nyala Matalitti dan Wakil Ketua I DPD RI, Letjen TNI (purn) Marinir, Nono Sampono beserta rombongan

AMBON, SPEKTRUM– Syarat utama tumbuh dan berkembangnya pariwisata di suatu daerah, ada dua hal yang wajib dipenuhi yaitu aman dan nyaman bagi wisatawan selain obyek atau tempat wisatanya yang indah, menarik dan unik.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nono Sampono, Jumat (29/1/2021) pada pengantar kegiatan diskusi kelompok terfokus tentang “Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata dan Dukungan Infrastruktur di Provinsi Maluku” di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku.  

“ Orang itu datang harus merasa aman dan nyaman. Contoh di Thailand, tidak lebih bagus dari kita tetapi kalau kita datang ke Thailand, wisatawan merasa aman dan nyaman. Mobil kita dibuka, tidak ada barang-barang yang nyolek. Apalagi sampai hilang,” bebernya.

Wisatawan di Thailand, ia mencontohkan, akan didahulukan jika akan parkir kendaraan.  Demikian pula ketika menggunakan jalan tol, pun demikian, diperlakukan istimewa. Sangat berbeda perlakuan ketika berkunjung di Indonesia.

Selain aman dan nyaman, hal yang tak kalah pentingnya adalah faktor kebersihan.  Di daerah yang menonjolkan pariwisata sebagai sumber pendapatan, wajib menjaga kebersihan lingkungan. Ia mencontohkan ketika berwisata di Danau Toba, ada yang memalak yang membuat kapok wisatawan

“ Bagaimana dia mau makan kalau di kiri kanan banyak sampah. Banyak lalat,” bebernya.

Ketika berkunjung di Raja Ampat. Penduduk setempat ramah dan membuat wisatawan betah dengan menyediakan semacam home stay. Satu kamar khusus dengan fasilitas lengkap di dalamnya seperti AC dan lainnya. Model home stay seperti ini ternyata sangat menguntungkan. Ia pernah menanyakan kepada penduduk yang menyewakan kamar tersebut. Ternyata modal kembali hanya dalam tempo 2,5 bulan saja.

“ Bagus sekali. Berapa lama break event? Kembali modal? Pak. Tidak sampai dua bulan setengah sudah kembali modal. Hebat kan home stay itu dibuat di Raja Ampat. Kita ingin begitu, agar masyarakat juga ikut terlibat, menciptakan rasa aman nyaman dan mendapatkan manfaat,” tandasnya.

Selain tiga hal tersebut. Hal yang tidak kalah penting adalah mengembangkan klaster. Maluku harus bisa bekerjasama dengan provinsi tetangganya agar menjadi satu klaster yang saling mendukung. Berkolaborasi karena sama-sama memiliki kepentingan. Jika berdiri sendiri, akan sulit berkembangnya.

Dukungan pemerintah pusat, juga sangat berpengaruh untuk menyelesaikan keterbatasan dana dan membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan daerah dan terkoneksi dengan sistem dan program nasional.

“ Ini penting karena menyangkut dana. DPR dan DPD harus satu ikat. Tidak bisa sendiri-sendiri. Mengapa Lumbung Ikan Nasional terbengkalai? Karena sendiri-sendiri, Pak,” ungkapnya.  

Ia berharap, Pulau Banda menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia yang menjadi bagian dari strategi perencanaan kepariwisataan nasional. Program jangka pendek, menengah dan jangka panjang telah direncanakan.  Jangka pendek yang akan dilakukan adalah mengembangkan bandara Banda Neira, revitalisasi situs-situs sejarah, pembangunan infrastruktur dan penyediaan paket-paket wisata.  (S.17).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ragam