Agustus 2, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

PT FIP Harus Membayar Denda

PT FIP Harus Membayar Denda

AMBON, SPEKTRUM – Proyek ruang kuliah atau RKT Kampus IAKN Ambon, masih dikerjakan. Padahal proyek RKT dibiayai APBN 2020. Sesuai rencana, proyek tersebut dibangun 2 lantai. Atas kesanggupan pekerjaan tersebut, pihak perusahaan mestinya membayar denda ke negara.

Proyek RKT pada Kampus IAKN Ambon yang dibiaya APBN 2020 ini terlambat dilelangkan. Bahkan, pekerjaannya hingga kini belum selesai. Proyek yang dimenangkan PT.Falensia Indah Pratama (FIP) tidak sanggup menyelesaikan pekerjaannya di tahun anggaran berjalan yakni tahun 2020 kemarin.

FIP mengajukan permohonan kesanggupan melanjutkan pekerjaan tiga bulan ke depan. Dengan hitungan hingga Maret 2021, asalkan menyanggupi menyelesaikan pekerjaan proyek RKT dimaksud, dan disertai dengan pembayaran denda kepada negara.

Menanggapi hal dimaksud, Ketua Aliansi Mahasiswa Maluku se-Jabodetabek, Ms. Karepesina kepada Spektrum, (27/1/2021) mengatakan, proyek yang dibangun pada Kampus IAKN Ambon tersebut, merupakan sebuah kebanggaan.

Tetapi, kata dia, jika secara prosedurnya dijalankan tidak dengan baik, maka akan berdampak pada yang lainnya. Bahkan, pihak perusahan yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak, mestinya membayar denda.

“Ini merupakan ‘one prestation’ atau sebuah prestasi dan kebanggan. Jika pihak kampus sudah melakukan kontrak kerja dengan perusahan (PT.FIP-red) harus bisa menyepakati kontrak tertulis. Jika perusahan tidak belum menyelesaikan pekerjaan di tahun kontrak berjalan, perusahan tersebut harus membayar denda kepada negara, setelah memperpanjang kesanggupan pekerjaan, dengan melampirkan semua permohonan dan dokumennya,” jelas Karepesian.

Kampus IAKN Ambon.

Karepesina yang juga pegiat anti korupsi ini menuturkan, sejak awal, proyek sudah bermasalah pada keterlambatan lelang, kemudian pekerjaannya tidak selesai sesuai kontrak kerja di tahun 2020 kemarin.

“Selanjutnya pekerjaan dilanjutkan pada 2021 ini, atas permohonan perpanjangan kerja dari pihak perusahan kepada pihak PPK. Saya berharap, dengan kesanggupan pekerjaan hingga Maret 2021 ini, tidak ada lagi menimbulkan masalah di kemudian hari,” harapnya.

Sebelumnya, Rektor IAKN Ambon, Dr. A. Kakiay, M.Si mengaku, adanya keterlambatan lelang proyek dua lantai tersebut di tahun 2020 kemarin. Setelah lelang selesai, dan pekerjaan dilakukan, tidak tuntas sesuai kontrak kerja.

“Saya kurang paham soal teknisnya. Memang di 2020 ada keterlambatan proses lelang proyek tersebut. Sudah ada permohonan untuk perpanjangan pekerjaan RKT hingga Maret, dan disanggupi pihak perusahan yang mengerjakan,” jelas Rektor IAKN Ambon, Kakiay.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK proyek tersebut, Jerry menjelaskan, proyek yang dikekerjakan PT. Falensia Indah Pratama memenangkan tender proyek pada 2020, namun proses lelang juga mengalami keterlambatan.

“Saya akui dengan pandemi Covid-19 kami mengalami keterlambatan dalam proses lelang. Yang mengerjakan proyek RKT tersebut PT. Falensia Indah Pratama. Sayang kalau anggaran untuk pembangunan gedung RKT ini dikembalikan ke kas negara. Maka pihak perusahan membuat permohonan kesanggupan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut,” kata PPK Jerry.

Dia menjelaskan, biaya diperoleh dari APBN 2020 melalui Kementerian Agama RI, untuk pembangunan RKT dimaksud dengan nilai miliaran rupiah.

“Dari perusahan PT. Falensia Indah Pratama akan mengerjakan proyek tersebut hingga Maret 2021, setelah mereka (perusahan-red) mengajukan permohonannya,” akuinya.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan menuturkan, pekerjaan RKT tersebut baru dikerjakan dan konstruksinya untuk dua lantai. Namun, di tahun 2020 diusulkan tahap pertama mengerjakan lantai dasar, dan natunya usulan berikutnya atau tahap kedua untuk pekerjaan lantai dua. Usulan tersebut melalui Kementerian Agama RI, dengan anggaran mialiaran rupiah. (S05)

Pin It on Pinterest