Connect with us

Berita Utama

Periksa Bupati – Wabup Buru, Jaksa Butuh Petunjuk Hakim

Ilustrasi

Bupati Ramli Umasugi dan Wakil Bupati (Wabup) Buru Amos Besan, akan diperiksa jaksa. Nama mereka diendus oleh mantan Sekda Kabupaten Buru Ahmad Assagaff. Benarkah Ramli-Amos terima uang makan minum anggaran Setda Kabupaten Buru tahun 2016-2018?

AMBON, SPEKTRUM – Untuk mengungkap hal itu pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru akan mengembangkan pengakuan eks Sekda Buru tersebut, jaksa masih butuh petunjuk melalui pertimbangan dari salinan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon.

Ramly dan Amos diduga terlibat korupsi penggunaan anggaran tahun 2016-2018, khusus uang makan minum di lingkup Sekertariat Daerah atau Setda Kabupaten Buru. Untuk nilanya belum disebutkan oleh mantan Sekda Buru, Ahmad Assagaff.

Nama Ramly dan Amos disebut oleh eks Sekda Buru itu di persidangan pekan lalu, dengan agenda pembacaan putusan terhadapnya. Terdakwa Ahmad Assagaff sendiri telah divonis dengan hukuman pidana 7 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon.

Setelah itu Ahmad Assagaff menyebut Bupati dan Wabup Buru juga terlibat, yakni sambil menujukkan bukti kertas putih yang mengisyaratkan ada pengambilan uang oleh Ramli Umasugi dan Amos Besan.

Merujuk pengakuan Ahmad Assagaf itu, jaksa akan memeriksa Bupati Buru dan Wabup Buru, setelah menerima salinan putusan Pengadilan Tipikor atas perkara dengan terdakwa Ahmad Assagaff.

“Ya, kita lihat pertimbangan hakim nantinya. Kalau dalam pertimbangan jelas tersirat keterlibatan Bupati Buru, pasti kita tindak lanjut. Itu pasti,” tegas Prasetia Jaksa Penuntut Umum Kejari Buru yang menyidangkan perkara tersebut, saat dikonfirmasi Spektrum melaui telepon seluler, Kamis (21/1).

Baca Juga: Jaksa Bisa Tindaklanjuti Pengakuan Eks Sekda Buru

Menurutnya, pertimbangan hukum hakim dalam perkara Assagaf akan dijadikan sebagai dasar penyidikan lanjutan, bila ditemukan adanya keterlibatan Bupati dan Wabup Buru. Karena demikian, kata dia, sebelumnya dalam persidangan perkara ini, terdakwa tidak pernah menunjukan bukti yang disampaikannya di akhir persidangan.

Baca Juga: Eks Sekda Buka “Kedok” Bupati – Wabup Buru

Dimana, lanjut dia, selembar surat yang menyebut pengambilan uang oleh Bupati Buru yang ditunjukan terdakwa itu tidak di buka dalam persidangan melainkan di akhir putusan perkara ini. Sehingga, kata dia, pihaknya hanya menununggu pertimbangan putusan hakim nanti.

“Saya dalam persidangan juga sudah mencoba tanyakan saksi-saksi terkait keterlibatan Bupati, namun tidak satu pun yang membuktikan itu. Begitupun surat yang disampaikan itu (Assgaff), itu tidak pernah. Nah, nanti kita lihat aja dipertimbangan hakim ya. Pasti kita proses lebih lanjut,” tandas Prasetia. (S-07)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama