Connect with us

Hukum & Kriminal

Pengukuran Lahan Milik Siripory Diwarnai Aksi Penolakan

Aksi penolakan oleh warga dari pihak Terlapor, Jantje Siripory Cs terhadap Tim Penyidik Polda Maluku

AMBON, SPEKTRUM – Meski mendapat perlawanan, hingga aksi penolakan oleh warga dari pihak terlapor, Jantje Siripory Cs. Tim Penyidik Polda Maluku tetap lakukan pengukuran terhadap lahan dati milik ahli waris Siripory, yang berlokasi di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, pada Kamis (21/01/2021).
Pelapor yang juga ahli waris atas lahan dati tersebut, Mindy Siripory, kepada Spektrum, di Ambon, Kamis (21/01/2021) menjelaskan, langkah yang diambil oleh Tim penyelidik Polda Maluku untuk melakukan pengukuran atas lahan tersebut, adalah bagian dari proses penyelidikan yang mestinya tidak perlu mendapat penolakan dari pihak Terlapor.
“Yang dilakukan oleh Penyidik Polda Maluku dengan melakukan tinjauan dengan metode ukur atas lahan yg diduga digelapkan oleh Terlapor, Jantje Siripory Cs, bagian dari pengumpulan data. Meski ada upaya menghalangi oleh pihak JS Cs, tapi prosesnya tetap berjalan karena faktanya, Terlapor tidak punya alasan hukum untuk menolak atau menghalangi itu,”jelasnya.
Untuk itu, sebagai Pelapor, Mindy mengaku akan mendukung Penyidik dalam melakukan peninjauan lapangan untuk mencari bukti atas hak atas lahan tersebut.
“Saya sebagai ahli waris dari anak laki-laki monyang Dominggus Siripory berhak atas tanah dati dan hak saya tidak bisa digelapkan begitu saja oleh Terlapor. Masalah ini sudah saya laporkan dan Polisi punya kewenangan untuk menyelesaikan ini. Dan pengukuran ini adalah bagian dari proses penyelidikan,”ujarnya.
Mindy juga menuturkan, bahwa secara garis keturunan, terlapor, Jantje Siripory Cs tidak dilahirkan dari Matarumah laki-laki selayaknya hukum adat yang berlaku. Sementara dirinya, dilahirkan dari keturunan laki-laki. Yang mana Moyang Dominggus Siripory memperanakan
Mezak Siripory, Mezak Siripory melahirkan Zadrak Siripory, Zadrak Siripory melahirkan Wiellem Fredrik Siripory, Willem Fredrik Siripory melahirkan Teddy Siripory yang merupakan orang tua Mindy.
“Itu artinya, saya merupakan anak dari turunan laki-laki yang berhak atas tanah dati itu. Kakek (opa) saya adalah Tentara, hanya karena tugas, kemudian dijadikan alasan oleh Terlapor dan disampaikan dalam keberatannya. Dan itu tidak masuk akal,”cetusnya.
Padahal, masyarakarat adat sebagaimana diatur dalam pasal 18 b UUF 1945, dimana Negara melindungi dan menghormati hak-hak masyarakat tidak ada korelasi dengan penegakan hukum sebagaiman setiap warga Negara sama dimata hukum. Yang artinya, tidak ada hak istimewa dalam penegakan hukum dengan adanya laporan tersebut.
“Saya akan dan selaku siap ketika mereka/Terlapor nantinya akan mengambil langkah hukum lain. Termasuk untuk melaporkan proses penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik dalam proses penyelidikan kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan pemalsuan yang telah saya laporkan ini,”tandasnya. (S01)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal