May 19, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

4 Napi Narkoba Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

4 Napi Narkoba Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

AMBON, SPEKTRUM – Empat orang narapidana atau napi narkoba yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon, kini terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Empat napi tersebut adalah Agustinus Unawekla (36), Eliza Ryan Ruipassa (32), Marco Pelamonia (23), dan Simon Risakotta (40). Mereka diduga berpesta narkoba jenis sabu-sabu, ganja dan tembakau sintetis, di dalam blok hunian Lapas Ambon.

Kasus ini terungkap setelah petugas keamanan Lapas Ambon pada Minggu (17/1/2021) melihat ada bungkusan yang dilepmar dari luar pagar oleh Orang Tak Dikenal atau OTK.

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Ambon ini kembali ditetapkan sebagai tersangka narkotika. Mereka disangkakan Pasal 112 ayat 1, jo Pasal 114 ayat 1, Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Ancaman hukuman singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

“Pasal yang dikenakan yaitu 112 ayat 1, 114 ayat 1. Tersangka tetap diamankan di Rutan (Lapas),” ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Jufri kepada Spektrum, Selasa (19/1).

Ia menyebutkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari dalam Lapas Ambon masing-masing 2 paket sabu-sabu, 1 plastik ukuran kecil berisikan 17 paket sabu, 1 buah bong lengkap, 1 bungkusan kertas berisikan tembakau sintetis, dan uang sebesar Rp.600.000.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, AU, ERR dan SR positif methampethamine (sabu-sabu), THC (ganja) dan Sintetis (tembakau). Sementara MP positif THC,” terangnya.

Diberitakan sebelumny, perbuatan para napi kasus narkotika ini terungkap setelah petugas Lapas Ambon melihat adanya lemparan benda yang dicurigai narkotika dari luar pagar oleh OTK.

“Kemarin itu habis ibadah, intelijen gen kita jalan. Ada lemparan dari luar sekitar jam 11 (siang),” kata Kepala Lapas Ambon Saiful Sahri, yang dihubungi melalui telepon seluler, Senin (18/1).

Saat itu, kata Saiful, petugas keamanan juga melihat seorang napi yang mengambil bungkusan mencurigakan tersebut.

Ia membawanya menuju salah satu kamar di blok hunian Lapas Ambon. Selang 45 menit berlalu, proses penyergapan dan penggeledahan di kamar hunian para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilangsungkan.

‚ÄúSekira 45 menit kemudian kepala keamanan melakukan penyergapan. Mereka diamankan dan dilakukan penggeledahan kamar blok hunian. Saya dipanggil menyaksikan itu (penggeledahan) semua, dan ada beberapa barang bukti yang ditemukan. Ada tiga bungkusan putih (berisi sabu-sabu), ada ganja sintesis, uang, serta bong atau alat penghisap sabu-sabu,” jelasnya.

Setelah ditemukan sejumlah barang bukti narkotika seperti 1 paket tembakau sintesis, 3 bungkus sabu-sabu, seperangkat alat hisap sabu (bong), sebuah HP dan uang tunai sebesar Rp.600.000, Saiful mengaku pihaknya langsung melakukan pemeriksaan awal.

“Pengakuannya sudah ada semua, dan dalam rangka pro yustisia, saya telepon Kapolresta meminta jajarannya datang untuk kita melakukan penyerahan (barang bukti) untuk proses pengembangan,” tuturnya.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikitpun kepada para WBP dapat melakukan perbuatan-perbuatan terlarang di dalam Lapas.

“Yang jelas tidak ada ruang yang kita berikan untuk hal-hal begitu lagi. Kita juga ingin Lapas ini bersih dan tadi malam pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan,” katanya. (S-07)

Pin It on Pinterest