May 19, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Danlantamal: Patroli Laut Tetap Rutin Selama Pandemi

Danlantamal: Patroli Laut Tetap Rutin Selama Pandemi

AMBON, SPEKTRUM – Selama pandemi Covid-19 maupun tidak, pengamanan di laut tetap rutin dilakukan oleh armada Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IX. Patroli-patroli laut adalah tugas dari TNI AL.

Hal ini disampaikan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IX, Laksamana Pertama TNI, Eko Jokowiyono, kepada wartawan, Kamis (7/1/2021) di ruang kerjanya.

Bahkan pada masa pandemi Covid-19 ini, menurut Danlantamal, justru kewaspadaan bertambah karena jika aparat TNI AL pada saat patroli mencurigai ada masalah yang diduga ada yang melakukan pelanggaran. Ketika melaksanakan pemeriksaan, pihaknya harus menerapkan protokol kesehatan standar Covid-19.

“ Mau masuk harus pakai APD, pakai masker wajib untuk yang tidak menggunakan APD. Ini yang kami lakukan. Dengan adanya Covid, kami menambah untuk keselamatan semua,” tandasnya.

Kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, kata Danlantamal, pengawak KRI maupun KAL harus diisi awaknya 100 persen. Ada Daftar Susunan Personil (DSP) yang menjabarkan tugas dan tanggung jawab masing-masing orang di dalam kapal tersebut. Personil yang ada di setiap kapal tergantung dari kapal itu. Tergantung jenis peralatan atau persediaannya.  Juga dilihat besar kecilnya kapal. KRI kecil yang melaksanakan patroli berisi antara 44-46 personil. Untuk KAL antara 25-28 orang. Personil di darat, harus mengisi yang di kapal terlebih dahulu. 

“ Dapat dilihat dengan besar kecilnya personil. Ini harus dipenuhi karena kebijakan Pak Kasal yang utama adalah mengutamakan pengawakan yang ada di KRI maupun KAL,” ungkapnya.

Rotasi personil, menurut Danlantamal tergantung dari berapa lama personil tersebut ada di suatu jabatan atau di KRI maupun di KAL itu. Biasanya lamanya kurang lebih 2-3 tahun sekali baru rotasi dilakukan.

Disinggung masalah jika ada anggota yang terindikasi reaktif selama melakukan patroli di laut, biasanya langsung diturunkan dari kapal ke darat. Jika masih reaktif, Lantamal menyediakan beberapa rumah di kompleks Lantamal untuk karantina. Jika positif, langsung dirawat di RSAL.

Personil yang turun, akan diganti dengan anggota yang memiliki keahlian yang sama agar tidak terjadi masalah di kapal pada saat patroli. Jika yang turun orang mesin, penggantinya orang yang di darat harus orang mesin juga. Ia mencontohkan, seandainya penggantian personil orang yang tidak punya keahlian mesin, misalnya setiap empat jam sekali harus menambah minyak, lincir karena tidak tahu akhirnya dibiarkan saja, motor atau mesinnya lantas menjadi panas.

“ Kalau panas bisa meledak atau terjadi kecelakaan. Ini keunikan-keunikan di laut seperti itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama pandemi Covid-19 ini memang aktivitas di laut jauh berkurang namun seringkali ditemukan justru nelayan-nelayan lokal yang kurang terbiasa menggunakan masker karena mereka merasa agak kurang sopan berinteraksi dengan sesama nelayan menggunakan masker.  

“Kapal asing sudah menerapkan itu. Masyarakat kita masih awam. Sungkan pakai masker. Kita menghimbau masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” bebernya.

Sejauh ini, menurut Danlantamal, personilnya belum ada yang terpapar. Kemungkinan karena militer identik dengan olahraga. Olahraga menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. (S.17).

Pin It on Pinterest