May 19, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Tujuh Kabupaten di Maluku Siap Laksanakan Vaksinasi

Tujuh Kabupaten di Maluku Siap Laksanakan Vaksinasi

AMBON, SPEKTRUM – Berdasarkan laporan yang diterima Satgas Covid-19 Maluku, dari 11 kabupaten/kota di Maluku, baru tujuh kabupaten dan kota yang siap melaksanakan vaksinasi, sedangkan empat kabupaten dan kota lainnya belum menerbitkan SK penunjukan fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi.
“Keempat , kabupaten yang belum menerbitkan SK tersebut yakni, Kota Ambon yang masih berproses, Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Maluku, dr. Donny Rerung saat konfrensi pers di Sekretariat Satgas Covid-19 Maluku di lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Selasa ( 05/01/2021).
Karena tambahnya, diisyaratkan masing-masing dinas membuat SK penunjukan fasilitas kesehatan (Faskes) yang boleh melakukan vaksinasi.
Tetapi pada prinsipnya, kata Rerung, semua kabupaten/kota, wajib dan siap melakukan vaksin.

Menurut Rerung, pada 13 Januari 2021, vaksinasi akan diberikan secara serentak di seluruh Indonesia.
Namun untuk Maluku, tahap pertama dilaksanakan serentak 15 Januari, diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, sesuai jumlah 15.120 vaksin.
“Jadi yang pertama tenaga kesehatan kategori 18-59 tahun, itupun tidak semua sesuai syarat yang ada, misalnya comorbid. Tetapi tidak semua penyakit comorbid yang tidak bisa divaksin, misalnya hipertensi, gangguan ginjal dan jantung,” katanya.

Untuk jumlah penerima vaksin masing-masing daerah, Rerung mengaku tidak mengetahui pasti, karena harus melihat data kembali. Namun pastinya, pemberian vaksin sesuai permintaan daerah.

Dikatakan, kendala saat ini yang dialami kabupaten dan kota, misalnya fasilitas cold chain atau tempat penyimpanan vaksin. Sesuai persyaratan penyimpanan vaksin harus 2-8 derajat celcius.
“Sebab itu menjadi pertanyaan apakah teman-teman di Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tempat penyimpanan yang memadai atau tidak. Selain itu tenaga pemberi vaksinasi harus terlatih, serta alur rantai dingin yang memadai,” ungkapnya.

Setelah tahap pertama selesai, jelasnya akan dilanjutkan tahap II bagi TNI, Polri, dan ASN yang memberikan pelayanan publik, tahap berikut untuk masyarakat dari April sampai 2022.
“Secara bertahap ,”pungkasnya.

Menyikapi informasi media sosial terkait pemberian vaksin, sehingga menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat, kata Doni Pemerintah dan Satuan Tugas terus melakukan sosialisasi terkait pemberian vaksin.

Untuk itu, dirinya berharap masyarakat agar tidak khawatir, karena Vaksin yang diberikan nantinya telah melalui penelitian sains, semua negara melakukan hal ini.

Ditanya soal kejadian medis yang tidak diinginkan, terjadi setelah pemberian vaksin, Donny menegaskan, hal tersebut bisa terjadi misalnya alergi, namun hal itu telah diantisipasi dengan obat anti alergi.
“Kalau alergi bisa cepat, setelah disuntik anti alergi bisa hilang,” tandasnya. (S-16)


Pin It on Pinterest