Connect with us

Berita Utama

15.120 Vaksin untuk 11 Kabupaten-Kota di Maluku

Aparat Polda Maluku saat mengawal Vaksin Vial Covid-19 di Bamdara Pattimura Laha Kota Ambon, Senin (04/01/2021)

Vaksinasi tahap pertama di Provinsi Maluku pada 11 kabupaten dan kota, akan dilaksanakan secara serentak, Selasa (14/01/2021).

AMBON, SPEKTRUM – Vaksin vial Covid-19 tahap pertama telah tiba di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Senin (04/01/2021). Terdpat 8 koli berisi 15.120 vial dengan berat 292 kg, yang diangkut dengan menggunakan maskapai penerbangan Batik Air ID 6170.

Ribuan vaksin itu tiba di Bandara Internasional Pattimura Ambon, pada pukul 07.00 WIT. Sebanyak 15.120 vial ini akan didistribusikan ke 11 kabupaten dan kota di Maluku.

“Namun kita masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan kapan waktu pendistribusiannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meikyal Pontoh, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, (04/01/2021).

Saat ini pihaknya sementara melakukan pendataan tenaga kesehatan karena untuk tahap pertama yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. “Serta seluruh sumber daya manusia kesehatan yang berada di fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Ia menuturkan, sumber daya manusia kesehatan yang dimaksud mulai dari tenaga Satpam hingga petugas kebersihan (cleaning service) semuaya akan divaksinasi.

“Yang pertama untuk tenaga kesehatan, rencananya vaksinasi pertama itu akan dilakukan 14 Januari nanti secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Maluku,” kata Pontoh.

Mantan Direktur Utama RS dr. Umarella Tulehu ini menambahkan, vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap pertama, Selasa (14/01/2021), khusus untuk tenaga kesehatan.

Selain untuk tenaga kesehatan, vaksinasi juga diprioritaskan bagi petugas yang bertugas pada pelayanan publik, TNI, Polri dan lainnya.

“Setelah itu dilakukan bagi masyarakat. Target 2/3 penduduk Indonesia harus divaksinasi,” katanya.

Saat tiba di Bandara Pattimura, ribuan vaksin Covid-19 Sinovac itu dikawal pihak Polda Maluku. Pengamanan ribuan botol vaksin Covid-19 itu dipimpin oleh Karo Ops, Kombes Pol Antonius Wantri, dan Direktur Lalu Lintas Polda Maluku, Kombes Pol Rahmat Hakim.

Tim pengemanan menjemput langsung ribuan vaksin tersebut di Terminal kargo Bandara Pattimura Ambon. selanjutnya dikawal hingga ke gudang penyimpanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku. seterusnya diserahkan ke Kepala Dinkes Maluku dr. Meikyal Pontoh.

Masyarakat Butuh Sosialisasi Vaksinasi

Salah satu cara menghambat perkembangan Covid 19 di Indonesia dan di Maluku adalah dengan cara vaksinasi yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat.

“Kita baru tahu jika vaksin telah dibagikan ke daerah termasuk Maluku. Untuk itu saya berharap ada koordinasi antar Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Provins Maluku dengan kabupaten dan Kota,” kata Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/01/2020).

Koordinasi tersebut harus dilakukan lantaran tidak mungkin Gustu Provinsi langsung lakukan vaksinasi.

“Kalau ternyata ada kerjasama maka itu lebih baik karena vaksin terbatas dan orang yang membutuhkan banyak,” katanya.

Namun, kata Wattimury, sebelum dilakukan vaksinasi maka harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tidak ragu saat divaksin.

“Orang tidak ragu saat divaksin sebab tidak ada orang yang mau hidup dengan Covid,” katanya.

Namun lanjutnya, masyarakat juga berhak memperoleh kepastian soal dampak dari vaksin dan lainnya.

“Jika ada dampaknya maka berapa lama bisa sembuh. Orang harus tahu, untuk itu saya setuju untuk dilakukan sosialisasi terlebih dulu,” tegasnya.

Bahkan, saat pembahasan APBD 2020, lanjut dia, DPRD Maluku telah mengingatkan sSekda selaku Ketua Harian Gustu Covid-19 Maluku agar berkoordinasi dengan kabupaten dan kota dilakukan.

“Sosialisasi dan hal ini sangat penting,” kata Wattimury.

Sementara itu, anggota Komisi III DORD Maluku, Rofiq Afifudin menegaskan sosialisasi harus dilakukan untuk memerangi informasi yang belum tentu kebenarannya beredar di masyarakat.

“Ada isu yang beredar sehingga masyarakat ragu terhadap vaksinasi, sehingga butuh sosialisasi menyeluruh,” kata Afifudin.

Dengan sosialisasi itu diharapkan bisa meyakinkan publik Maluku, program vaksinasi bertujuan melindungi tubuh dari serangan Covid-19.

“Karena di ruang lain ada perdebatan soal perang bisnis vaksin di bidang ekonomi juga ada diskusi politik soal vaksinasi. Jadi ini harus harus diwujudnyatakan,” kata Afifudin.

Untuk itu, tambah Lucky, Presiden merupakan orang pertama yang harus divaksinasi.

“Setelah Presiden, menyusul anggota DPRD dan kita semua. Namun kita butuh penjelasan utuh agar semuanya bisa terjawab bahwa vaksinasi ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam rangka memutus mata rantai Covid-19,” katanya. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama