Agustus 4, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Bentrok di Latta, Lima Anggota TNI AL Ambon Tersangka

Bentrok di Latta, Lima Anggota TNI AL Ambon Tersangka

AMBON, SPEKTRUM – Setelah melalui rangkaian penyidikan terdapat lima oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) pada Lantamal IX Ambon ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam kasus tindak pidana penganiayaan terhadap warga Latta, Kecamatan Baguala Kota Ambon, Provinsi Maluku, pekan lalu.

Menyandang status tersangka, lima tersangka ini langsung ditahan penyidik Pom AL, guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hal ini disampaikan Komandan Lantamal IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi media ini, Selasa (22/12/2020),

Eko memastikan perkara ini akan tuntas dan anggota yang bersalah juga dikenakan sanksi tegas.

Ia berharap, pihak korban juga harus mendukung karena sampai saat ini pemanggilan pemeriksaan salah satu korban belum memenuhi panggilan.

“Prosesnya tetap jalan. Tetapi korban belum datang untuk diperiksa lagi,” kata Danlantamal.

Melengkapi pernyataan itu, Danpomal IX Ambon Letkol Laut (PM) Agus Musrchin mengakui, proses ini sudah berjalan dan masih dalam pengembangan.

“Kita sudah tetapkan lima orang anggota sebagai tersangka. Sudah kita tahan mereka juga untuk diproses. Itu kan rangkaiannya. Untuk dua orang awal KLD Ronaldo Lorensius Lumintang, dan KLD Hersiansyah masih dalam kondisi sakit jadi belum diperiksa. Tetapi lima lainnya sudah kami tahan. Kami masih pengembangan,” jelas Agus.

Meski begitu, pihaknya juga sudah melaporkan dan diproses hukum di pihak Polsek.

“Untuk anggota kami juga yang jadi korban sudah lapor, dan kita koordinasi terus,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi untuk bertemu tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk menyikapi persoalan ini secara bersama.

“Kasus ini tidak bisa cepat selesai. Kami masih menunggu dari masyarakat. Ada upaya mediasi. Intinya masih proses. Untuk pasal yang disangkakan yaitu pasal 351 (penganiayaan),” ungkapnya.

Disinggung soal nama tersangka, Agus belum mau menyebutkanjya. Sebab, dia tidak menghafal nama-nama para tersangka. Namun dia memastikan perkara ini masih dikembangkan. (S-07)

Pin It on Pinterest