Connect with us

PENDIDIKAN

Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Kesiapan Daerah

Ilustrasi. /net

AMBON, SPEKTRUM – Tahun 2021 direncanakan proses belajar mengajar akan dilakukan seperti sedia kala yakni tatap muka namun tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tetap muka diikuti 50 persen dari jumlah siswa.
Hal ini terungkap saat rapat dengar pendapat Komisi IV dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Jumat (18/12/2020).

Pelaksanantugas (Plt) Kepala Disdikbud Provinsi Maluku, DR. Insun Sangadji kepada wartawan di Sekretariat DPRD Maluku usai rapat me jelaskan, untuk proses belajar mengajar tatap muka, dirinya baru selesai mengikuti kegiatan di Makassar terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Mentri, yang menjelaskan bahwa proses belajar mengajar tatap muka tergantung kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda).

Alasan nya kata Sangadji, karena Pemda lebih tahu apakah daerah sudah bisa melaksanakan tatap muka atau tidak.

“Kebijakannya ada di Pemda, karena yang paling tahu kondisi dan kesiapan daerahnya adalah pemerintah daerah setempat,” jelasnya.

Sangadji memberi contoh, apabila ada orang tua murid yang tidak mau anaknya belajar dari rumah, berarti pemerintah harus berpikir untuk berbuat apa.

“Tetapi yang jelas sebagai Kepala Dinas, saya akan memeriksa semua sekolah apakah sudah siap atau belum menjalankan belajar tatap muka. Nanti kita laporkan kepada Pemda apakah sekolah-sekolah ini sudah siap apa belum,” jelas akademisi Universitas Pattimura ini.

Menurut Sangadji, prinsip Pemerintah Pusat, tergantung kesiapan daerah, tidak ada paksaan.

Kemungkinan sebelum menerapkan proses belajar mengajar tatap muka, kemungkinan dilakukan simulasi khusus untuk Kota Ambon.
Menyikapi hal ini, Sangadji mengakui akan dilakukan simulasi namun tudak sekaligus tapi bertahap.

“Memang tidak bisa sekaligus semua sekolah langsung terapkan proses belajar mengajar tatap muka, hal ini telah diingatkan pemerintah pusat. Karena kita tidak bisa mengambil resiko kalau semua sekolah serentak terapkan sekaligus,” tandas Sangadji.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary membenarkan jika dalam pertemuan dengan Disdikbud Maluku juga dibahas rencana proses pembelajaran tatap muka.

“Sebelum Pandemi Covid-19 selesai pasti belajar tatap muka, tapi tidak membuka ruang 100 persen seperti keadaan normal,” katanya.

Namun lanjut Atapary, semua dikembalikan ke daerah dan sekolah harus membicarakan permasalahan ini dengan orang tua murid.

“Pasti tidak mungkin kelas isi 30 murid kemudian masuk semua, kan tidak mungkin. Jadi, tetap standar utama protokol kesehatan dikedepankan,” jelas Attapary.

Untuk itu, Dinas Dikbud Maluku akan koordinasi dengan tim Covid-19 kabupaten/kota.
Sedangkan untuknsimulasi sebelum proses tersebut diterapkan, Atapary tidak menjelaskan lebih detil. “Hal tersebut sudah diterapkan, baik itu di Buru, Buru Selatan,” katanya.
Untuk Kota Ambon, untuk tingkat SMA/SMK proses belajar tatap muka sudah harus jalan, karena nalar siswa SMA sudah tinggi.

“Tetapi yang paling rentan PAUD/TK, SD, dan SMP, susah untuk menjelaskan, karena tetap akan terjadi kerumunan, dan itu yang memang harus dilakukan simulasi,” katanya. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in PENDIDIKAN