Juli 28, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Jaksa Kantongi Hasil Audit Repo

Jaksa Kantongi Hasil Audit Repo

AMBON, SPEKTRUM – Setelah lama ditangan auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku, kini penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku mulai lega.

Sebab, hasil audit kerugian negara perkara korupsi Penjualan dan Pembelian Surat-surat Hutang atau Obligasi (repo), PT. Bank Maluku-Maluku Utara Tahun 2011 hingga 2014, sudah dikantongi Kejati Maluku.

Informasi yang di himupun spektrum di lingkup kantor Kejati Maluku menyebut, hasil audit perkara dugaan tipikor senilai Rp.238,5 miliar itu, sudah diterima penyidik sejak Kamis 17 Desember 2020.

Dokumen hasil audit itu diserahkan oleh Kepala BPKP Provinsi Maluku Rizal Sunaili, di Ruang Kerja Kajati Maluku, Rorogo Zega, didampingi Aspidsus M.Rudy, dan Koordinator Bidang Pidsus, Gunawan Sumarsono.

“Hasil auditnya sudah dikantongi. Nilai kerugiannya ada,” kata sumber itu, Sabtu (19/12/2020).

Meski sudah dikantongi, penyidik belum mengumumkan nilai kerugian dalam perkara yang menyeret mantan Direktur Utama PT bank Maluku, Idris Rolobessy dan Rekannya Izack B. Thenu mantan Direktur Kepatuhan Bank milik Pemerintah itu.

“Nanti disampaikan. Pokoknya nilainya sudah dikantongi,” kata sumber spektrum, sambil menyarankan agar hal ini ditanyakan lebih lanjut pada Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Kasi Penkum Kejati Maluku Sammy Sapulette, yang dikonfirmasi, namun bersangkutan belum merespons.

Seperti dikutip dari laman Malukuterkini,com, hasil audit Repo dibenarkan Kepala Kejati Maluku, Rorogo Zega.

“Hasil audit sudah kita terima dan segera diselesaikan penanganan perkaranya. Hasilnya Ada kerugian negara. Menyangkut jumlahnya akan saya umumkan,” tandas Kajati kepada malukuterkini.com, Jumat (18/12/2020).

Meski demikian, kajati belum banyak berkomentar. Akan tetapi kasus ini dipastikan tidak akan lama lagi tuntas. Tim penyidik diantaranya Zulfikar Nasution dan Bayu Sugiri sementara menyelesaikannya.

Diketahui, saat ini penyidik baru menetapkan dua tersangka dalam kasus transaksi surat-surat berharga itu. Mereka adalah, Idris Rolobessy mantan Dirut Bank Maluku, dan Izack B Thenu mantan Dirut Kepatuhan.

Idris dan Izack disangkakan melanggar pasal 2 dan 3 Jo pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Keduanya sudah ditahan. Rolobessy ditahan di Lapas Kelas IIA Ambon, akibat kasus korupsi pertamanya yakni, kasus pengadaan lahan dan bangunan di Surabaya tahun 2014 senilai Rp. 54 miliar. Sementara, Thenu sendiri di Rutan Kelas IIA Ambon. (S-07)

Pin It on Pinterest