Juni 24, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Gakkumdu Usut Tuntas Kecurangan Pilkada SBT

Gakkumdu Usut Tuntas Kecurangan Pilkada SBT

IST

Rekapitulasi hasil perolehan suara pasangan calon Bupati-Wakil Bupati sudah selesai dilakukan KPU SBT. Tapi meyisakan masalah. Sebab dugaan kecurangan Pilkada 9 Desember, masih diusut Bawaslu dan Gakkumdu. Kasus ini menyeret Paslon Abdul Mukti Keliobas – Idris Rumalutur alias ADIL.

BULA, SPEKTRUM – Praktik kecurangan dilakukan pendukung Mukti-Idris. Caranya antara lain oknum menggunakan Formulir C6 palsu serta dugaan mobilisasi warga untuk mencoblos dengan e-KTP pada 9 Desember 2020 hingga melebihi ketentuan. Termasuk kotak suara dari kecamatan Pulau Gorom dan Teor yang tidak disegel, bahkan dokumennya hanya dibungkus dengan karton.

Karena banyka kejanggalan dan menjurus ke kecurangan itu, sehingga berita acara hasil rekapitulasi perolehan suara pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati dari KPU Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tidak ditandatangani oleh saksi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri-Arobi Kelian, akhir pekan kemarin.

Penolakan itu karena banyak dugaan pelanggaran dan kecurangan terjadi saat pencoblosan pada Pilkada 9 Desember lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Spektrum di Bula, Bawaslu SBT melalui Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), sudah memintai keterangan dari pelapor dan saksi akhir pekan kemarin.

Kabarnya, Bawaslu dan Gakkumdu juga telah turun ke lokasi kejadian dan meminta keterangan terlapor termasuk ketua dan anggota KPPS 01, oknum kepala sekolah dan saksi Paslon Fachri – Arobi di TPS 01, Desa Administrasi Suru.

Soal ini, Dahlan Makatita, Pelapor kasus penggunaan Formulir C6 Palsu, Minggu (20/12/2020), kepada Spektrum, meminta Bawaslu SBT dan Gakkumdu agar fokus mengusut tuntas kasus yang sudah dilaporkannya tersebut.

Dalilnya, pelanggaran ini jangan dianggap sepele. Dahlan menduga, ada oknum yang sengaja memanipulasi data administrasi untuk memenuhi ‘nafsu politik’ kelompok tertentu semata.

“Kasus ini patut diusut tuntas, sehingga publik bisa tau siapa otak di balik kejahatan administrasi pada TPS 01 Desa Administratif Suru. Untuk Gakkumdu termasuk Bawaslu kabupaten SBT, harus jujur dan transparan serta profesional dalam menangani kasus ini,” tandas Dahlan Makatita.

Baca Juga: Bawaslu Usut Tuntas Kecurangan Pilkada SBT

Ia menjelaskan, dari keterangan salah satu anggota KPPS 01 Suru, bersangkutan mengaku menandatangani undangan itu atas izin ketua KPPS. Namun undangan itu tertulis nama Muhammad Arsad Maulana dengan nomor DPT 74.

“Mengapa undangan itu bisa ada Muhammad Rumadaul? Fatalnya, nama Muhammad Arsad Maulana Tipe-X lalu ditulis nama Muhammad Rumadaul yang tidak terdaftar di TPS 01?” tanya Dahlan Makatita menyelidik.

Ia juga meminta agar pihak kepolisian mencari tahu kasus ini, dan menindak oknum-oknum terkait sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

“Apakah undangan palsu yang Tipe-X itu direkayasa oleh oknum Kepala Sekolah ataukah oleh Muhammad Rumadaul sendiri? Ini harus diusut biar ada efek jera bagi mereka,” tegasnya.

Sementara itu terkait pengusutan kasus ini Anggota Bawaslu Kabupaaten SBT Syarifudin Rumbory, yang dikonfirmasi Spektrum mengakui staf Bawaslu telah turun ke Desa Administratif Suru.

“Untuk kasus itu (dugaan penggunaan C6 palsu), staf sudah turun ke sana,” kata Syarifudin Rumbory, menjawab konfirmasi Spektrum melalui Whatsapp, Minggu (20/12).

Sebelumnya, Ketua Bawaslu SBT Suparjo Rumakar mengakui, laporan warga Siritaun Wida Timur itu sementara diproses oleh Sentra Penegakkan Hukum Terpadu atau Gakkumdu.

“Benar (kasus penggunaan C6 palsu) yang dilaporkan warga Siritaun Wida Timur, sementara ditangani oleh Gakkumdu,” ujar Suparjo Rumakar saat dikonfirmasi Spektrum, akhir pekan kemarin.

Suparjo menerangkan, Gakkumdu sudah mengklarifikasi atau memintai keterangan dari pelapor, Dahlan Makatita, dan saksi pelapor Rudi Rumoma.

“Besok akan dilanjutkan dengan meminta keterangan (klarifikasi) dari para terlapor. Nanti setelah dari hasil klarifikasi itu, baru dilakukan pembahasan kedua, apakah memenuhi unsur dan cukup bukti atau tidak,” kata Suparjo.

Diketahui, kasus ini melibatkan Muhammad Rumadaul. Warga Desa Administratif Suru Kecamatan Siritaun Kabupaten SBT itu tertangkap menggunakan Formulir Pemberitahuan atau C6 palsu. Ia akan menggunakannya untuk mencoblos pada TPS 01 Desa Administratif Suru, pada 9 Desember 2020.

Pelaku juga diketahui melakukan pencoblosan sebanyak dua kali, sesuai keterangan pelapor. Dia (pelaku), juga mengguanakan C6 palsu itu lebih awal di TPS 02 Desa Suru. Kemudian menggunakan lagi C6 Pemberitahuan palsu di TPS 01, Desa Administratif Suru.

Baca Juga: Gakkumdu SBT Proses Kasus Formulir C6 Palsu

Sebelumnya, Pada 15 – 17 Desember 2020 KPU SBT telah menuntaskan rekapitulasi perhitungan suara tiga paslon Bupati-Wakil Bupati SBT. Hasilnya KPU menetapkan paslon Bupati-Wakil Bupati Abdul Mukti Keliobas Abdul Mukti Keliobas memperoleh 31.100 suara (48 persen). Fachri Husni Alkatiri – Arobi Kelian memperoleh 20.879 atau 31 persen, dan Rohani Vanath – Ramly Mahu 15.555 suara atau 23 persen.

Selisih antara pasangan Abdul Mukti Keliobas – Idris Rumalutur dengan pasangan Fachri Husni Alkatiri – Arobi Kelian 10.221 suara. Sedangkan selisih dengan paslon Rohani Vanath – Muhammad Ramli Mahu 15.545, dan selisih pasangan pasangan Fachri Alkatiri – Arobi Kelian dengan paslon Rohani Vanath-Ramli Mahu, 5.324 suara.

KPU SBT mengklaim hasil rekapitualsi sudah sesuai makanisme, dan tidak meleset dari C1 KWK yang dimiliki tiga tim Paslon Bupati-Wakil Bupati.

Faktanya, berita acara hasil rekapitulasi itu, tidak diteken oleh saksi Paslon Bupati-Wakil Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Arobi Kelian. (TIM)

Pin It on Pinterest