Agustus 2, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Kotak Suara dari Kecamatan Gorom – Teor Tanpa Segel

Kotak Suara dari Kecamatan Gorom – Teor Tanpa Segel

BULA, SPEKTRUM – Logistik kotak suara hasil rekapitulasi tingkat PPK, Pilkada Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), telah tiba Kamis dini hari, (17/12/2020) pukul 01:00 WIT, di Pelabuhan Sesar Bula, Ibukota Kabupaten SBT.

Logistik hasil rekapitulasi itu berasal dari enam kecamatan. Masing-masing Kecamatan Pulau Gorom, Kilmury, Gorom Timur, Pulau Panjang, Wakate, dan Kecamatan Teor.

Berdasakran pantauan Spektrum, logistik kotak suara Pilkada Bupati – Wakil Bupati SBT dari enam kecamatan tersebut tiba di Pelabuhan Sesar Bula, Kamis dini hari, (17/12/2020) pukul 01:00 WIT, terdapat kejanggalan.

Pasalnya, logistik kotak suara dari enam kecamatan itu dua kotak suara hasil rekapitulasi PPK yaitu Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Teor bermasalah.

Faktanya, saat petugas hendak mengangkut logistik kotak suara enam kecamatan tersebut, ternyata ditemukan dua kotak suara dari kecamatan Pulau Gorom dan Teor, tidak disegel. Kondisinya pun sudah terbuka dan tidak terbungkus plastik. Barang bukti (barbuk) ini langsung diamankan petugas.

Kotak Suara Tanpa Segel. /IST

Berikut Kotak Suara hasil rekapitulasi dua PPK tanpa segel dan tidak dibungkus plastik rinciannya sebagai berikut;

Kecamatan Pulau Gorom, pembungkus plastik Kotak Suara PPK dalam keadaan rusak. Kotak suara PPK dalam keadaan tidak tersegel. Tidak ada Dokumen di dalam kotak. Dokumen hasil rekapitulasi tingkat Kecamatan berada di luar Kotak Suara. Dokumen hasil rekapitulasi tingkat Kecamatan dibungkus menggunakan karton.

Baca Juga: Menangkan ADIL, Oknum Kepsek Cetak Form C6 Palsu

Adapun dokumen Kecamatan Pulau Gorom yang berada di luar kotak suara dan dibungkus menggunakan karton yaitu berupa Daftar Hadir, Hasil TPS, dan Hasil Kecamatan.

Sementara itu, Kecamatan Teor, Kotak Suara PPK tidak terbungkus plastik dan tidak tersegel dengan stiker KPU. Dokumen hasil rekapitulasi tingkat Kecamatan berada di dalam kotak.

Dokumen Hasil Rekapitulasi PPK Kecamatan Pulau Gorom Dibungkus dengan Karton. /IST

Menyangkut masalah ini, Koordinator Divisi (Kordiv) Data PPK Kecamatan Pulau Gorom, Eksan Kelirey (32), beralasan pada Selasa (15/12/2020) pukul 23.00 Wit di Skretariat PPK Kecamatan Pulau Gorom setelah selesai melaksanakan rapat pleno rekapitulasi tingkat PPK Kecamatan Pulau Gorom, saksi masing-masing Paslon telah pulang terlebih dahulu sebelum menandatangani berita acara hasil rekapitulasi tingkat PPK Kecamatan Pulau Gorom.

Karena berita acara belum ditandatangani maka Kordiv Data PPK Kecamatan Pulau Gorom ini menghubungi saksi masing-masing Paslon keesokan harinya pada pukul 08.00 Wit untuk datang ke rumah yang bersangkutan, guna menandatangani berita acara hasil rekapitulasi tingkat PPK.

“Saksi paslon 1 dan paslon 3 menandatangani berita acara sedangkan saksi paslon 2 tidak bersedia menandatangani berita acara karena ada keberatan yg disampaikan saksi paslon 2,” kata Eksan Kelirey, kepada petugas yang datangenjemout logistik kotak suara di zpelabuhan Sesar Bula, Kamis dini hari, (17/12/2020).

Setelah selesai menandatangani berita acara, menurut Eksan Keoirey, dirinya mau memasukan berita acara ke dalam Kotak. Namun terjadi miskomunikasi dengan anggota PPK lainya dimana saat tiba di Sekretariat PPK, Kordiv SDM PPK Kecamatan Pulau Gorom dalam hal ini Jufri Adi telah membawa kotak suara Kecamatan Pulau Gorom menuju pelabuhan Ondor untuk dinaikan ke dalam Kapal KM. Ales Mulia yang digunakan untuk mengangkut Logistik Kotak Suara dari Kecamatan P ulau Gorom menuju Kecamatan Bula.

“Atas kejadian tersebut, saya berkoordinasi dengan Kordiv SDM Panwascam Pulau Gorom yakni Jufri untuk membungkus dokumen hasil rekapitulasi PPK Kecamatan Pulau Gorom dengan karton. Dan nanti tiba di Bula akan disampaikan kepada KPU dan Bawaslu SBT,” kata Eksan Kelirey, juga warga Desa Dulak Kecamatan Pulau Gorom ini.

Sementara itu pada Pukul 03.00 Wit, Kordiv SDM Bawaslu SBT Rosna Sehwaky tiba di Kantor KPU SBT untuk melihat kejadian khusus terhadap kondisi Logistik Kotak Suara dua kecamatan tersebut.

Kordiv SDM Bawaslu SBT Rosna Sehwaky saat di Kantor KPU SBT, untuk menyaksikan langsung kondisi Logistik Kotak Suara Dua Kecamatan yang Tidak Disegel dan tak Dibungkus dengan Plastik. /IST

Kordiv SDM Bawaslu SBT menegaskan, masalah ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab PPK dan Panwascam Kecamatan Pulau Gorom.

Rosna mengakui, masalah ini akan dibahas saat Rapat Pleno Rekapitulasi tingkat Kabupaten berlangsung pukul 09.00 WIT.

Baca Juga: Coblos Pakai e-KTP Melebihi Ketentuan

Para pihak yang menyaksikan langsung kondisi logistik kotak Pulau Gorom dan Teor yang tidak disegel tersebut masing masing- Amnun Naqib, Kordiv Data KPU SBT, S. Heder Boften, Kordiv SDM KPU SBT, Rosna Sehwaky, Kordiv SDM Bawaslu SBT, AKP Riki Adi Prabowo, Kabag Ops, Iptu S. Duwila Danki 3 Batalyon B Pelopor,dan IIpda Houver P.J Unmehopa, Kasat Intelkam. (TIM)

Pin It on Pinterest