Connect with us

Berita Utama

Selangkah Lagi Tanaya Tersangka?

IST

Ferry Tanaya bakal menghadapi masalah baru. Ekspose kasus akan segera dilakukan. Penyidikan sudah berjalan. Penetapan tersangka juga segera dilakukan Kejaksaan Tinggi Maluku.

AMBON, SPEKTRUM – Namun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku belum mengumumkan status tersangka Ferry Tanaya. Ferry sendiri terjerat kasus dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).
“Sepertinya,” kata Sammy menjawab pertanyaan Spektrum menyoal status Ferry Tanaya yang segera ditetapkan tersangka, kemarin.

Sammy menjelaskan, saat ini proses penyidikan telah selesai. Saksi hingga ahli telah diperiksa, dan hanya tinggal menunggu audit kerugian keuangan Negara dari Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Perwakilan Maluku.

“Terkait PLTMG Penyidik menunggu hasil audit, Informasi yang saya peroleh masih ada satu lagi klarifikasi oleh auditor. Jadi, kalau pertanyaan apakaha Ferry Tanaya tersangka setelah audit dikantongi, ya, sepertinya,” ujar Sammy dengan singkat.

Sumber Spektrum menyebut penetapan Ferry sebagai tersangka dan digugurkan dalam sidang praperadilan sebelumnya itu akan diumumkan oleh penyidik nanti.

“Ya, ikuti saja. Nanti diumumkan dalam waktu dekat ini,” akui singkat sumber itu dengan nada tertawa, sembari meminta namanya tak perlu dipublikasikan.

Namun, Sammy Sapulette Juru Bicara Kejati Maluku yang dikonfirmasi membantahnya. Menurut dia, hingga saat ini belum dan penyidik masih fokùs pemeriksaan saksi-saksi. “Sejauh ini masih pemeriksaan saksi-saksi,”jelas Sammy membantahnya.

Meski begitu, Sammy mengakui pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan penyidik untuk mencari dan membuktikan peran dugaan pelaku dalam dugaan kejahatab penjualan tanah negara tersebut.

“Dan untuk hari ini, tidak ada pemeriksaan. Hanya saja, terkait Perkara tersebut saya sudah cek ke Kasi Penyidikan dan disampaikan, auditor akan melakukan audit Penghitungan kerugian keuangan negara Kembali,” singkat Sammy melalui WhatsApp.

Dua orang saksi dari BPN Kabupaten Buru sebelumnya, Senin (26/10), juga diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan pembangunan PLTMG Namlea itu.

Pemeriksaan ini kabarnya dilakukan penyidik untuk menjerat Ferry Tanaya sebagai orang yang diduga menjual tanah negara seluas 4,8 meter persegi. Dua saksi dari pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Buru itu berinisial M.T dan E.T.

“Keduanya telah diperiksa sebagai saksi perkara pengadaan tanah untuk pembangunan PLTG Namlea,” akui Samy Sapulette.
Pemeriksaan kedua saksi itu dilakukan di Kantor Kejati Maluku dari pukul 9.10 hingga pukul 12.30.

“Saksi M.T diperiksa dari pukul 9.10 WIT sampai 10 .45 WIT, sekitar 12 pertanyaan. Sedangkan saksi S.T. diperiksa dari pukul 11 hingga 12.30 wit pertanyaan sekitar 10 sampai 12 pertanyaan,” kata Samy Sapulette.

Ia menjelaskan pemeriksaan dua saksi itu merupakan pengembangan dari penyidikan sebelumnya. Namun dia tidak membeberkan apa saja yang ditanyakan kepada dua saksi tersebut.

Samy Sapulette juga mengatakan penyidik juga sedang mendalami keterangan dari sejumlah saksi yang telah diperiksa.

Diberitakan sebelumnya, guna menuntaskan kasus korupsi pembelian lahan pembangunan PLTMG Namlea, tim penyidik Kejati Maluku fokus melakukan pemerik­saan saksi.

Pemeriksaan saksi itu akan dilakukan dalam minggu ini. Pe­nyidik terus mencari fakta hukum menuntaskan kasus tersebut. Ketika ditanya siapa lagi saksi yang akan diperiksa, Sapulette enggan menjelaskannya.

“Ikuti saja ya. Kalau soal saksi lain tentu yang mengetahui siapa saksi yang relevan untuk diperiksa dalam perkara ini dan mempunyai kualitas untuk kepentingan pembuktian perkara adalah penyidik,” kata Sapulette.

Ia meminta publik bersabar dan menunggu hasil kerja tim penyidik dalam mengungkap korupsi PLTMG Namlea.

Sebelumnya Kejati Maluku telah memeriksa pengusaha Ferry Tanaya pada Senin (12/10) dan Kepala BPN pada Rabu (7/10). Sejauh ini, sudah 24 saksi yang diperiksa. (S-07)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama