Connect with us

COVID-19

Oknum RSKD Diduga Masih Jual Surat Rapid Test Aspal

Surat Keterangan Rapid Test Asli Tapi Palsu

AMBON, SPEKTRUM – Oknum yang bekerja di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku diduga masih tetap melakukan tindakan illegal dengan menjual surat keterangan non reaktif dari hasil Rapid test asli tapi palsu (aspal). Walau pihak RSKD telah memberi sanksi tegas beberapa waktu lalu.

Salah seorang korban tanggal 4 November 2020 pernah mempublikasikan surat rapid test aspal itu di laman facebook nya agar orang lain tidak tertipu seperti dirinya. Namun hanya beberapa jam setelahnya, ia menghapusnya karena oknum tersebut mengancam yang bersangkutan.

Lewat handphone korban- sebut saja Mo- bukan nama sebenarnya- membenarkan jika dirinya diancam. Ia mengaku membeli surat keterangan tersebut dari temannya “S” yang mengaku punya kenalan di RSKD. Ia membeli dua lembar untuk dirinya dan saudaranya, selembar surat keterangan dihargai Rp.150.000,-

Ketika surat tersebut disodorkan ke petugas pelabuhan, petugas pelabuhan mengatakan surat keterangan rapid tersebut hanya berlaku untuk orang dengan gangguan jiwa. Tidak berlaku untuk umum. Akhirnya ia pulang dan memeriksakan diri di salah satu klinik.

Ketika ia diancam oknum tersebut, ia meminta uangnya dikembalikan namun oknum itu tidak mau mengembalikannya dengan alasan salahnya sendiri. Oknum tersebut beralasan pihak rumah sakit tidak bertanggungjawab terhadap apapun.

Menurut Mo, aksi “S” masih berlanjut. Bahkan selembar surat keterangan rapid test aspal tersebut kini dibanderol seharga Rp. 200.000,-. (S.17).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in COVID-19