Connect with us

Hukum & Kriminal

Ketua DPRD Aru Tersangka, Berkas Perkaranya Dilimpahkan ke Kejari

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Udin Belsigaway,. /IST

AMBON, SPEKTRUM – Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Udin Belsigaway, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu). Berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru, Senin (2/11/2020) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Udin dijadikan tersangka setelah tim penyidik Gakkumdu menemukan sejumlah bukti pelanggaran, salah satunya video rekaman dirinya saat berkampanye. Video itu viral di media sosial.

Saat berkampanye memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga-Muin Sogalrey, Udin mengaku lawan politiknya itu atau pasangan KAKA (Thimotous Kaidel-La Gani Karnake) terlibat kasus korupsi Rp.11 milyar rupiah. Ucapannya tidak disertai bukti otentik, dan dianggap telah melanggar UU Pemilu.

Kapolres Kepulauan Aru AKBP. Eko Budiarto, mengaku tidak mengetahui penetapan tersangka terhadap politisi partai NasDem tersebut.

“Nanti tanya saja di Bawaslu. Itu kewenangan mereka,” kata Eko dihubungi dari Ambon.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kepulauan Aru, Amran Bugis, mengaku secara formal jika bukan kewenangannya menyampaikan bahwa Udin sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, pihaknya mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Katong bisa publikasi ketika sudah ada keputusan dari pengadilan,” terangnya

Namun pastinya, lanjut Amran, berkas perkara tersangka Udin Belsegaway sudah dilimpahkan dari penyidik Kepolisian kepada Kejaksaan, setelah dinyatakan lengkap.

“Yang jelas katong (kita) sudah proses dan sekarang sudah pada penyerahan dari kepolisian ke kejaksaan. Tadi malam (Senin) katong sudah serahkan ke Kejaksaan,” kata Amran saat dihubungi wartawan dari Ambon, Selasa (3/11).

Amran mengaku, Udin disangkakan menggunakan Undang-Undang Tindak Pidana Pemilu Nomor 7 Tahun 2017. Kendati demikian, tersangka sendiri tidak ditahan.

“Seng (tidak) ditahan. Karena tuntutan kan di bawah lima tahun. Dan tadi malam Jaksa bilang sidang mungkin berlangsung tiga hari lagi,” terangnya.

Diketahuibkasus tersebut bergulir ke ranah hukum setelah Wahyu Ingratubun, kuasa hukum KAKA resmi mempolisikan Udin Belsigaway ke Polres Kepulauan Aru.

Udin terpaksa dipolisikan karena dinilai telah menyebar fitnah. Dalam orasinya Udin menyampaikan pasangan KAKA tersangkut kasus korupsi Rp.11 miliar. 

Dari isi video beredar, Udin selaku pejabat publik harusnya menyampaikan sesuatu informasi dengan memiliki bukti autentik. Minimal dia memiliki bukti surat putusan dari Pengadilan Negeri yang berkekuatan hukum tetap. 

“Bukan asal ngomong. Jadi, apa yang disampaikan oleh Udin Belsigaway selaku Ketua DPD Partai Nasdem pengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga – Muin Sogalrey adalah tuduhan tanpa bukti. Ini pencemaran nama baik terhadap pasangan KAKA,” tegas Wahyu, Sabtu (10/10).

Wahyu menambahkan, selain melaporkan Udin ke Mapolres Kepulauan Aru atas kampanye hitamnya, dia bersama Tim Kuasa Hukum KAKA juga telah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu. Bukti laporan sesuai No : 05/LP/PB/KB/31.04/X/2020 tanggal 8 Oktober dan diterima oleh Sarmudin Juhinfany dan Nivan. T.

“Intinya kami sudah lapor ke Polres dan Bawaslu atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Kami berharap, Kepolisian dan Bawaslu bisa menuntaskan kasus ini sehingga menjadi pembelajaran bagi kita semua,” harapnya. (S-07)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal