Connect with us

Metropolis

Gubernur Maluku Jadi Korban Asuransi AIA

Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Murad Ismail. /Dok IST

AMBON, SPEKTRUM – Gubernur Maluku, Murad Ismail harus menelan kerugian miliaran rupiah setelah bergabung dengan Asuransi AIA. Tidak ingin pengalaman pahitnya terjadi kepada masyarakat Maluku, Murad ingatkan srluruh masyarakat Maluku hindari berhubungan dengan asuransi apapun bentuknya.

“Saya ingatkan masyarakat Maluku agar tidak berhubungan dengan lembaga asuransi sebagus apapun program yang ditawarkan,” kata Gubernur Maluku Murad Ismail kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (20/10).

Ia menegaskan, program yang ditawarkan agen asuransi akan merusak dan mengkhianati masyarakat. “Contohnya saya, selama ini saya mengikuti program asuransi namun tidak pernah menerima apapun dari asuransi. Bahkan uang saya hampir Rp 2,2 miliar hilang karena asuransi,” jealsnya.

Untuk itu Murad menyarankan agar masyarakat Maluku jangan terpengaruh dengan omongan agen asuransi, lebih baik uangnya ditabung di bank.

“Ditabung saja sudah cukup sebab, asuransi begitu kita komplain sangat sulit mengklaimnya. Misalnya, kita tabung tiap Rp100 ribu di asuransi hingga 7 tahun misalnya, tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo, jika kita mengambilnya maka uang yang harusnya berjumlah Rp 70 juta tersisa Rp 50 juta,” tutur Gubernur.

“Kalau kita ambil di tahun kedelapan baru untung Rp 10 perak. Jadi tidak ada untungnya. Lebih baik menabung dari pada masuk asuransi dan juga pemilik asuransi tidak jelas,” kata Gubernur berbagi pengalaman.

Keberadaan serta kepemilikan asuransi beda dengan bank. Kelemilikan bank kata Murad jelas dan diketahui masyarakat, tapi asuransi tidak.

“Asuransi tidak diketahui pemiliknya, mungkin setan. Jadi kita mau komplain dimanapun tidak bisa, saya saran agar masyarakat Maluku, aparat pemerintahan saya ingatkan jangan sekali-kali masuk asuransi, bila perlu lembaga asuransi kita usir dari Maluku karena tidak jelas,” tegasnya.

Asuransi, tambahnya, selalu mengiming-iming dana pertanggungan yang besar.

“Saya masuk asuransi dari tahun 1998 hingga saat ini tidak pernah ajukan klaim belakangan ini diurus oleh bank tertentu Kita tarik Rp 1 miliar, kata managemen hanya bisa Rp 200 juta, bagaimana bisa. Saya minta cukup saya saja yang kena celaka akibat asuransi, masyarakat Maluku jangan jadi korban,” timpalnya.

Mantan Kakor Brimob Polri ini merasa heran dengan keberadaan asuransi. Pasalnya, kasus asuransi ini, polisi tidak bisa menangani dengan benar, OJK juga tidak transparan soal asuransi.

“Sebenarnya asuransi ini apakah malaikat penganut nyawa ? Tidak jelas,” tandasnya.

Untuk itu lanjut Murad, dirinya telah meminta OJK agar bisa selesaikan masalah asuransi. “Kalau OJK berhasil sekessikannya maka saya angkat dua jempol,” kata Gubernur.

Ia tidak lagi mempermasalahkan uangnya lenyap ditelan asuransi tersebut, tapi dirinya tetap melaporkan hal ini ke aparat kepolisian.

“Uang saya dianggap hilang, tapi saya sudah lapor polisi agar ada efek jera. Apalagi yang datang ke saya bukan orang asuransi tapi orang bank karena saya ada tabungan di situ,” katanya.

Untuk itu, Gubernur mengingatkan masyarakat Maluku, mulai dari SD hingga perguruan tinggi agar jangan terlibat di asuransi.

“Program yang ditawarkan asuransi tidak menguntungkan kita yang jelas tabung di bank yang sudah diketahui kejelasannya,” jelasnya. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metropolis