Connect with us

LINTAS MALUKU

Aparat Kejaksaan Dilarang Terlibat Pembangunan yang Dibiayai DD

Wakajati Maluku, Undang Mugopal

Bahas DD, APIP-Komisi I dan IV Bertemu

AMBON, SPEKTRUM – Aparat Kejaksaan tidak boleh terlibat pembangunan yang dibiayai dana desa, hanya mengawasi, sehingga dana desa tidak ada penyimpangan. Demikian ditegaskan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Undang Mugopal kepada wartawan usai pertemuan Komisi I dan IV bersama Aparat

Komisi I dan IV DPRD Maluku gelar rapat bersama dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di ruang rapat paripurna DPRD Maluku, Kamis (01/10/2020), terkait penanganan Dana Desa.

Mugopal menjelaskan, tugas Kejaksaan salah satunya ikut pendampingan terhadap anggaran desa yang dikucurkan ke desa.

Hal ini bermaksud agar anggaran dana desa tepat sasaran, tepat mutu, tidak ada penyimpangan.

“Dan tidak boleh aparat kejaksaan ikut terlibat pembangunan yang dibiayai dana desa, hanya mengawasi, sehingga dana desa tidak ada penyimpangan,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Polda Maluku Eko Santoso kepada wsrtswan juga menjelaskan, pada dasarnya kalau masalah dana desa itu sudah ada dugaan.

Dir Reskrimsus Polda Maluku, Eko Santoso

“Dari Penjelasan Wakajati sudah jelas dana desa pengawalannya sudah ada aturan. Pada dasarnya kita mengawal agar dana desa itu tidak terjadi penyimpangan. Namun apabila terjadi penyimpangan berarti diserahkan lagi ke APIP, jika ada kerugian negara dimintakan ganti rugi, dan jika ada yang nakal kita korupsikan. Itu sudah aturan terakhir kalau kita pidanakan, itu langkah terakhir,” tegasnya.

Untuk data penanganan dana desa yang masuk ada 41, 8 persen dikembalikan ke APIP, 8 dilanjutkan, sedangkan lainnya masih diproses.

“Sebanyak 41 laporan yang masuk itu tersebar di seluruh wilayah Maluku. Kalau di Ditrekrimsus ada delapan yang sudah diserahkan ke APIP, kalau di masing-masing wilayah, kita tidak mengetahuinya,” kata Kombes Polisi Eko Santoso. (S-16).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in LINTAS MALUKU