Connect with us

COVID-19

Kasrul: Pasien Covid-19 Sembuh Terbanyak Perempuan

Narasumber Pemaparan Rapat Evaluasi Penanganan Covid 19, Maluku

AMBON, SPEKTRUM–  Jumlah pasien positif virus Covid 19 sembuh terbanyak perempuan yakni 980 orang atau 54 persen.  Sementara  46 persen atau 820 orang adalah laki-laki dari total 2.815 kasus.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang juga menyebutkan kalau secara nasional, laki-laki banyak terkonfirmasi Covid-19 karena perokok, tetapi di Maluku, perempuan lebih banyak.

Hal ini disampaikannya saat pemaparan materi dalam Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Pendisiplinan  Protokol Kesehatan di Wilayah Maluku yang digelar Kodam XVI/Pattimura, Rabu (30/9/2020) di lantai VII Kantor Gubernur Maluku.

Dikatakan, dari jumlah tersebut, per 22 September 2020 sebanyak 2304 kasus terbanyak berasal dari Kota Ambon. Sementara jumlah kasus konfirmasi yang paling sedikit tercatat di Kabupaten Buru Selatan dengan satu kasus.

“Apabila dijabarkan berdasarkan kelompok umur, jumlah kasus konfirmasi terbanyak berada pada kelompok umur 25-34 tahun disusul 35-44 tahun,” paparnya.

Peserta Rapat Evaluasi Penanganan Covid 19 Maluku, 30 September 2020

Angka kesembuhan, jelas Sekda Maluku ini,  sebanyak 1.403 orang dari Kota Ambon, disusul Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) sebanyak 196 orang, Kota Tual 71 orang, Seram Bagian Timur (SBT) 39 orang, Buru 37 orang, Maluku Tenggara (Malra) 29 orang, Seram Bagian Barat (SBB) 19 orang, Maluku Barat Daya (MBD) 5  orang dan Buru Selatan (Bursel) 1 orang.

Ditinjau dari kelompok umur, jelas mantan Kadis PUPR Provinsi Maluku ini,  terbanyak berasal dari kelompok umur 25-34 tahun sejumlah 494 orang. Disusul kelompok umur 35-44 tahun sebanyak 444 orang.

Pada kesempatan itu, Kasrul juga memaparkan, selama enam bulan terakhir, Maluku pernah masuk dalam lima besar  kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi di Indonesia. Penambahan kasus baru, tertinggi terjadi pada tanggal 10 September 2020 dengan jumlah penambahan kasus sebanyak 89 kasus.

Sementara, untuk jumlah kasus pasien meninggal Covid-19, hingga 29 September 2020, tercatat 20 pasien perempuan dan 21 pasien laki-laki. Terbanyak berasal dari Kota Ambon 30 orang, Malteng 5 orang, Buru 3 orang, SBB 2 orang dan Malra 1 orang. Berdasarkan kelompok umur, pasien meninggal terbanyak berasal dari kelompok umur 55-64 tahun.

Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Agus Rohman mengatakan, jumlah kasus Covid-19 masih mengalami peningkatan signifikan, sehingga perlu ada langkah efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku.

Salah satu langkah kongkrit yang dilakukan, sebut Pangdam adalah mendisiplinkan protokol kesehatan untuk mempercepat  penanganan dan menekan potensi penularan dalam segala aspek, dengan target operasi antara lain perubahan perilaku masyarakat.

“Perlu ada sinergitas semua komponen dan menghilangkan ego sektoral sehingga dapat berjalan bersama-sama untuk memudahkan koordinasi dan membuat pedoman kerja bagi petugas lapangan sehingga operasi pendisiplinan dapat berjalan efektif,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Jan Leonard de Fretes yang hadir mewakili Kapolda Maluku,  Irjen Pol Baharuddin Djafar. Ia mengatakan, tanpa kerjasama antar semua pihak, akan terasa sulit saat melewati masa pandemi .

Presiden Jokowi, sebut Wakapolda, melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah menyampaikan  beberapa poin penting terkait penanganan Covid-19. Salah satunya, seruan kepada seluruh daerah terutama wilayah yang cukup tinggi intensitas perkembang biak atau terjangkit, termasuk juga yang masih tinggi tingkat fatalitasnya atau meninggal, supaya bekerja lebih keras dan melibatkan semua kekuatan komponen yang ada di masyarakat.

“Keterlibatan semua pihak penting dalam penanganan Covid termasuk para ilmuwan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta perguruan tinggi,” katanya mengingatkan.

Tak kalah penting, kata Wakapolda, sosialisasi lebih intensif dengan menggunakan bahasa dan simbol lokal agar mudah dipahami masyarakat.

Turut hadir dalam rapat evaluasi, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Maluku, Brigjen TNI. Jimmy Aritonang,

Danlantal IX Ambon Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Sekda Kota Ambon A.G Latuheru, Gugus Tugas Kota Ambon dan Tokoh Agama. (TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in COVID-19