Connect with us

COVID-19

Kabur dari RSUD Saparua, Pasien Covid-19 Ditangkap di Masohi

Ilustrasi

AMBON, SPEKTRUM – Pasien covid-19 berinisial AM (56) akhirnya ditangkap di Masohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Senin (21/9). AM ditangkap setelah sebelumnya kabur dari RSUD Saparua, pada 19 September pagi.

Dikatakan Kepala RSUD Saparua, Vitta Nikijuluw, AM ditangkap di kantor Samsat Maluku Tengah di Masohi saat membayar pajak motor. Saat ditangkap, AM berpakaian dinas PNS.

“Tadi (Senin) pagi baru ditangkap. AM sempat pergi bayar pajak motor di Samsat. Ditangkap di kantor Samsat, dia pakai baju dinas,”ungkapnya saat dikonfirmasi via seluler Senin 21 September 2020.

Dijelaskan Vitta, awalnya saat AM kabur dari RSUD Saparua pada 19 September pagi, pihaknya sudah bergerak untuk melakukan pencarian namun tidak diketahui keberadaan AM.

Alhasil, pihak RSUD Saparua melaporkan kejadian itu ke Gugus Tugas Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah.

Pada Minggu 20 September malam baru diketahui AM kabur ke Masohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah. “Pertanyaannya naik apa? setelah ditelusuri Satgas disana (Kabupaten), ternyata AM naik ferry dari Saparua,”ungkapnya.

Setelah ditelusuri lebih jauh bagaimana caranya sehingga AM bisa lolos naik ferry, ternyata AM menggunakan surat keterangan berbadan sehat palsu yang dibuat oleh AM sendiri. “Beliau bikin surat keterangan berbadan sehat palsu, pakai saya punya tandatangan. Kita tidak tahu kita pikirnya AM ke Ambon atau ke Seram naik perahu katinting,”sambungnya.

Minggu malam, Tim Satgas dari Masohi yang sudah mengetahui keberadaan AM, langsung berusaha menangkapnya di Hotel Mujur. Namun, AM berhasil kabur melarikan diri ke Amahai. “Saat dilakukan penangkapan di Hotel Mujur, AM lari, kemudian dicari tahu lagi ternyata kabur ke Amahai , Bupati instruksikan tutup akses keluar masuk Masohi,”ujarnya.

Barulah pada Senin pagi, AM berhasil ditangkap saat datangi kontor Samsat Maluku Tengah untuk membayar pajak motor. Pasca ditangkap, AM lanjut Vitta langsung dievakuasi ke RSUD Masohi dan ditangani dokter spesialis.

Sementara terkait loaksi-lokasi yang didatangi AM, lanjut Vitta menambahkan, Dinas Kesehatan Maluku Tengah sudah langsung melakukan strelisasi hingga tracing. “Sudah langsung lakukan sterilisasi di tempat-tempat yang didatangi AM, termasuk kantor Samsat, Ferry Samandar, Hotel Mujur langsung dilakukan tracing dan traking,”tandasnya. (S-07)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in COVID-19