May 7, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Koruptor Bank Maluku Dijebloskan ke Bui

Koruptor Bank Maluku Dijebloskan ke Bui

AMBON, SPEKTRUM – Heintje Abraham Toisuta dimasukan ke bui alias hotel prodeo, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, setelah digiring dari Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang sekira pukul 08.00 WIT Kamis (17/9/2020).

Heintje adalah terpidana korupsi TPPU proyek pengadaan lahan dan gedung PT. Bank Maluku dan Maluku Utara Cabang Surabaya yang telah divonis 12 tahun penjara oleh Mahkmah Agung (MA) RI.
Setelah vonis kasasi itu, Heintje menjadi buron Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku selama 3 tahun, sejak 2017.

Ia berhasil ditangkap tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejagung bekerjsama dengan Tabur Kejati Maluku di Jakarta pusat, Selasa 15 September 2020, di Jakarta.

“Dipimpin Asisten Intelejen, kami sudah membawa terpidana Hentje Toisuta dari Jakarta. Terpidana dalam perkara korupsi dan TPPU dan sejak putusan MA itu, masuk dalam DPO,” ungkap Kepala Kejati Maluku, Rorogo Zega kepada wartawan didepan Kantor Kejati Maluku, Kamis (17/9/2020).

Dikatakan, upaya hukum Heintje telah selesai dilakukan, juga Kasasi. Sehingga, tibahnya terpidana di Ambon pasca ditangkap langsung dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Ambon, oleh tim eksekutor dari Kejari Ambon sesuai putusan MA.

Dari kasus pengadaan lahan dan bangunan di Surabaya tahun 2014 itu, terdapat tiga tersangka termasuk Hentje yang semuanya sudah di vonis bersalah. Mereka adalah, Mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy, dan Petro Ridolf Tentua mantan Pejabat Bank.

“Dalam perkara pengadaan lahan dan bangunan di Surabaya ini, ketiga tersangka ini satu telah dieksekusi Idris Rolobessy, hari ini Hentje, kemudian petro yang belum. Putusan Petro, MA sudah putusan, tapi kita belum terima. Kita menunggu putusan MA lewat PN. Jadi kita menunggu putusan ditangan kita baru kita eksekusi,” jelas Kajati.

Untuk kerugian negara sebagaimana yang dibebankan ke Hentje sebesar Rp. 7,2 miliar belum di kembalikan.

“Kerugian negara Heintje belum dikembalikan. Kami akan berusaha untuk mengembalikan uang pengganti. Asetnya nanti kita lihat.
Kalau memang tidak cukup kita akan berusaha untuk menggantikannya,” kata Kajati.

Baca Juga: https://spektrumonline.com/2020/09/16/intel-kejagung-tangkap-heintje-toisuta-di-jakarta/

Diketahui, tim Tabut menangkap terpidana korupsi tersebut pada hari ini pukul 19.20 WIB di kediamannya di Keramat Sentiong, Jakarta Pusat.

Heintje awalnya dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 2282 K/Pid.Sus/2017 tertanggal 21 November 2017. (S-07)

Pin It on Pinterest