May 16, 2021

Spektrum

Bersama Membangun Negeri

Akhiri Hidup, Sisiwi di Tihulale Tinggalkan Sepucuk Surat

Akhiri Hidup, Sisiwi di Tihulale Tinggalkan Sepucuk Surat

AMBON, SPEKTRUM – Tidak ada yang menyangka, Vita Agnes Tuarissa, remaja puteri yang masih duduk di kelas dua SMP, nekat mengakhiri hidupnya diusia yang sangat belia, 14 tahun.

Agnes menghembuskan nafas setelah menggantung diri di kamar rumahnya, yang berada di Desa Tihulale, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Kamis 10 September 2020 pukul 17,39 Wit. Dia juga meninggalkan sepucuk surat untuk dibaca ibunya.

Kapolsek Kairatu Timur, Idris Mukadar yang dikonfirmasi media ini, Sabtu 12 September 2020 menyebutkan, korban hanya tinggal bersama ibunya, Fani Tuarissa, karena telah ditinggal pergi ayahnya.

“Sekitar Pukul 18.00 ibu korban sedang duduk di depan rumah, sedangkan korban berada di dapur. Tak lama kemudian, ibu korban masuk kedalam rumah hendak ke dapur, dan melihat korban sudah tergantung di dalam kamar,”ungkap Mukadar.

Melihat kondisi anaknya yang telah tergantung, Mukadar menambahkan, ibu korban berusaha untuk menyelamatkan anaknya dengan cara diturunkan, namun sayangnya nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

“Korban tidak dapat di selamatkam dan ternyata sudah meninggal. Setelah itu, barulah ibu korban keluar berteriak minta tolong tetangganya untuk melapor ke pihak pemerintah Desa,”jelasnya.

Diakuinya, korban menggantung diri menggunakan kain bali berwarna merah kombinasi putih, sepanjang 2 meter, dan kain diikat seutar tali afaria berwarna kuning sepanjang 90 Cm. Tali tersebut diikatkan pada bantalan kayu di kamarnya, yang disambungkan dengan kain bali.

“Saat akhiri hidup, korban mengenakan kaos berwarna biru, bertuliskan I Love Rome Sweet Gurlo dan celana pendek kain bercorak bintang,”ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, Mukadar menjelaskan, pada bagian leher korban ditemukan goresan bekas kain yang digunakan untuk gantung diri.
“Iya, korban meninggalkan dua lembat surat yang menuliskan kekecewaannya terhadap ayahnya yang telah pegi meninggalkan korban dan ibunya,”ungkapnya.

Pihaknya menerima laporan daei warga pukul 18.00 it, dan telah mendatangi lokasi kejadian, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.
“Kita tiba di lokasi , namun korban sudah di lepaskan dari gantungannya oleh ibu korban di bantu oleh tetangga, dan di letakan dia atas tikar oleh orang tua dan keluarga korban. Sesuai permintaan keluarga, kita tidak lakukan autopsi,”pungkasnya. (S-07)

Pin It on Pinterest