Connect with us

SOROT

Kasus Graha Raden Panji, Rusdy Enggan Berkomentar

Rusdy Ambon, SE, M.Si pembeli Graha Raden Panji

AMBON, SPEKTRUM – Polemik seputar pembelian Graha Raden Panji terus bergulir. Saling tuduh dan klaim sebagai ahli waris bangunan seluas 8 × 70 meter atau 560 meter persegi di jalan Raden Panji tersebut memasuki rana hukum.

Bukan saja menyeret para ahli waris namun juga pembeli bangunan tersebut, Rusdy Ambon.

Sayangnya, Rusdy Ambon menolak untuk memberikan penjelasan. Dengan santai, mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Maluku ini mempersilahkan wartawan untuk konfirmasi ke kuasa hukumnya.
“Silahkan menemui kuasa hukum saya, DR. Hermanus Hattu, SH, MH,” katanya kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (01/09/2020).

Selaku pembeli, Rusdy Ambon, tetap berpegang pada aturan normatif yang sudah dilakukan di depan notaris.

Dijkatakan, masalah Graha Raden Pandji merupakan masalah pribadi sehingga sudah diserahkan ke Herman Hattu selaku kuasa hukumnya. “Ini domainnya kuasa hukum saya,” katanya lagi.

Sebelumnya, Rusdy Ambon pernah menjelaskan jika proses pembelian Graha Raden Pandji telah sah secara hukum. 
Pasalnya, selaku pembeli, Rusdy Ambon berproses di notaris, hingga diterbitkan akta jual beli barulah dilakukan proses pembayaran. 
“Jika orang yang mengaku waris merasa tidak puas, silahkan yang bersangkutan menempuh jalur hukum. Supaya kita ketahui, siapa dibalik semua ini sebab, orang yang mengaku ahli waris juga telah menerima uang,” kata Rusdy Ambon melalui rilisnya yang diterima Spektrum, Selasa (11/08/2020).

Rusdy mengingatkan, selaku pembeli Graha Raden Panji, dirinya sangat yakin pembelian yang dilakukan telah sah sesuai dengan mekanisme hukum karena diproses di notaris. 
“Saya mengerti hukum, saya anggap proses pembelian ini sah, jika pengacara dari Penny Pelupessy beranggapan tidak sah maka silahkan dibawa ke rana hukum, supaya bisa dibuktikan sesuai aturan hukum. Dan pasti dibalik pemberitaan ini ada permainan yang diatur oknum di belakang layar,” tandasnya. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in SOROT