Connect with us

Daerah

Kunker ke MBD, Kapolda Maluku Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kamtibmas

Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si berkunjung ke Kabupaten MBD, dan menggelar tatap muka bersama para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat setempat dengan tema 'Duduk Bacarita Kamtibmas'. Ada tiga titik dalam Kunker Kapolda dan rombongan ini, yaitu, di Desa Patti, Desa Wakarlely dan melakukan tatap muka dengan para Tokoh Agama se-Pulau Moa, bertempat di gedung Gereja Eliora Tiakur - MBD. (ist)

TIAKUR, SPEKTRUM – Agenda Kunjugan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si mengajak masyarakat untuk tetap menjaga Keamanan Ketertiban di Masyarakat (Kamtibmas). Ajakan ini disampaikan Kapolda dalam saat menggelar ‘Duduk Bacarita Kamtibmas’ Kamis, (20/8/2020).

Dalam agenda Kapolda Maluku dan rombongannya ini, ada 3 (tiga) titik lokasi yang dinilai strategis untuk menyampaikan arahan tersebut, yaitu Desa Patti, Desa Wakarlely dan melakukan tatap muka dengan para Tokoh Agama se-Pulau Moa, bertempat di gedung Gereja Eliora Tiakur, Kabupaten MBD.

Turut serta dalam rombongan Kapolda yakni, Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno. Selain itu, sebagai tuan rumah, Kapolres MBD, AKBP Budi Adhy Buono juga mendampingi Kapolda Maluku. Kehadiran Kapolda dan rombonga mendapat respon positif para Tokoh Agama maupun masyarakat setempat.

“Saya mengajak warga masyarakat dan para Tokoh Agama se-Pulau Moa dan di seluruh warga Kabupaten MBD untuk sama-sama menciptakan situasi Kamtibmas. Saya juga mengajak seluruh masyarakat MBD untuk mendukung kami aparat Kepolisian dalam menciptakan keamanan di Kabupaten berjuluk ‘Kalwedo’ ini,” pinta Djafar.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs. Baharudin Djafar, M.Si menyempatkan diri melihat gedung Gereja Tua dan 3 (tiga) Benteng peninggalan VOC di Desa Patti – MBD. (ist)

Kesempatan itu, Kapolda Maluku menyempatkan waktu mengunjungi gedung Gereja Tua dan 3 (tiga) benteng peninggalan VOC di Desa Patti, sebelum digelar tatap muka ‘Duduk Bacarita Kamtibmas’ bersama masyarakat di MBD tersebut.

Di lain kesempatan sebelumnya, Kapolda Maluku ini menegaskan, kepada bawahannya, jika ada personil atau anggota polisi yang mencoba ‘bermain mata’ dengan kandidat atau calon dalam proses Pilkada, dirinya akan mengevaluasinya.

“Untuk pesta demokrasi di Pilkada MBD ini, kalau ada personil Polri yang ikut ‘bermain mata’ dengan kandidat atau bakal calon (balon) kepala daerah dan wakil kepala daerah, maka tidak ada alasan untuk ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jangankan personilnya, saya sendiri (Kapolda) bahkan Kapolres juga siap untuk dievaluasi,” akui Djafar saat ditanya wartawan dalam Kunker tersebut.

Dia menyarankan, mengantisipasi adanya berita bohong atau hoax, Kapolda Maluku ini menyarankan masyarakat untuk bertanya langsung kepada polisi.

“Tanyakan saja kepada Kapolres, apa betul informasinya, sehingga lebih jelas dan yakin tentang kebenaran informasi atau berita tersebut,” jelasnya.

Saat tatap muka Kapolda Maluku, Baharudin Djafar dengan para Tokoh Agama se-Pulau Moa, Kabupaten MBD di gedung Gereja Eliora, jemaat GPM Eliora Tiakur, tetap jaga jarak & menggunakan protokol kesehatan. (ist)

Pengamanan saat Pilakda di MBD, Djafar mengakui, akan menurunan kurang lebih 60 personil keamanan atau 2 Kompi dan diback-up aparat TNI. Ini permintaan dari Kapolres MBD kepada Kapolda Maluku.

Sedangkan untuk pembentukan Polsek-Polsek se-Kabupaten MBD, dirinya mengatakan, untuk pemekaran Polsek-Polsek itu, pihaknya akan tetap memenuhinya, karena memang itu adalah tuntutan dari Mabes Polri.

“Untuk infrastruktur, kita sudah ajukan. Baik itu pemekaran Polsek maupun transportasi laut kita sudah ajukan, tetapi itu sangat selektif dari Mabes Polri untuk memberikan bantuan. Jadi, kita menunggu saja,” timpal Djafar.

Para wartawan mewawancarai Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si saat lawatan ke Kabupaten MBD. (ist)

Selain itu, untuk seleksi CABA Polri bagi anak daerah, khusus dari Kabupaten MBD, Kapolda Kapolda Maluku sampaikan, pihaknya sudah prioritaskan anak daerah dalam bentuk zona.

“Jadi, dari Kabupaten Maluku Barat Daya juga ada. Seluruh daerah di Provinsi Maluku ada, namun sangat tergantung dari kualitas SDM-nya. Karena ada penilaian dan persyaratan seperti dari kesehatan maupun pendidikan, dan lainnya,” akui Kapolda.(MG12)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah