Connect with us

Berita Utama

Jalan Dinas 34 Anggota DPRD Ambon, Potensi Ciptakan Kluster Baru

Gedung DPRD Kota Ambon di Belakang Soya Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

AMBON, SPEKTRUM – Anggota DPRD Kota Ambon berpotensi ciptakan kluster baru Covid 19 di Kota Ambon Provinsi Maluku. Hal itu dikhawatirkan terjadi, karena perjalanan dinas 34 Anggota DPRD Kota Ambon bersama Sekwan dan para pendamping ke Jakarta, dinilai berpotensi membawa kluster baru penyebaran Covid-19 di kota Ambon.

Sebab saat kembali dari kunjungan kerja (kunker) beberapa hari kemarin, puluhan anggota DPRD ini tidak dikarantina.

Selain tanpa karantina, puluhan wakil rakyat ini bahkan tidak menjalani rapid test saat kembali ke kota Ambon. Ironisnya, sebagian Anggota juha sudah masuk kantor seperti biasa dan menghadiri agenda rapat badan anggaran (Banggar) bersama pihak Pemerintah Kota Ambon.

Diketahui sebelumnya, puluhan Aleg ini melakukan studi banding ke kota Bekasi, Bogor serta beberapa Kementerian di Jakarta Pusat.

Padahal, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19, studi banding DPRD harus ditiadakan dan bisa dilakukan secara virtual. Namun itu diabaikan.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela saat dimintai tanggapan mengaku, bahwa dirinya telah melakukan rapid test mandiri di rumah dan mempublikasikan hasil rapid testnya lewat media sosial.

Namun dia mengaku tidak mengetahui rekan-rekan maupun staf apakah kembali melakukan rapid test atau tidak.

“Proses rapid dan swab ini penting, apalagi saat ini kan swab test massal diinstansi pemerintah, dan itu bergilir. Harusnya juga dilakukan ke DPRD yang baru saja selesai lakukan perjalanan dinas,”katanya.

Terkait dengan kluster, Tamaela mengatakan, sangat rawan dan potensi kluster baru itu bisa saja. Karena tidak ada rapid test dan swab.

“Kalo saya sendiri sudah rapid dan hasilnya nonreaktif. Yang lain mungkin belum,”ungkap Tamaela, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (18/8/2020).

Ditambahkan, saat pelaku perjalanan tiba tanpa rapid atau swab, maka kondisi mereka perlu dipertanyakan. Karena aktivitas di luar daerah sangat rentan terhadap munculnya kluster baru penyebaran covid-19.

“Jakarta kemarin itu PSBB Transisi tahap IV. Tapi aktivtas di sana itu longgar dan itu rawan. Dan ketika kita kembali tidak memproteksi diri, maka kita telah membawa bibit. Jadi minimal itu harus dilakukan rapid,”ujarnya.

Anggota DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela

Disinggung soal rencana swab massal bagi DPRD, Tamaela mengaku siap bersama fraksinya.

“Saya sendiri sangat siap. Tentunya kita semua berharap non reaktif atau negatif. Dan kalau misalnya positif, wajib ikuti aturan. Karena sebelum mengkritisi, kita dulu harus terapkan aturan. Dan besok mungkin saya akan swab test mandiri dan akan saya publikasikan di media sosial,” ujarnya. (S-01)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama