Connect with us

Berita Utama

Pempus Wujudkan Maluku Sebagai LIN

Sekda Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Deputi Bidang Kemenkomarves, Safri Burhanuddin dalam Rapat Koordinasi Lumbung Ikan Nasional di Hotel Manise, Kota Ambon, Rabu (12/8/2020)

AMBON, SPEKTRUM – Pemerintah Pusat (Pempus) menindaklanjuti rencana penetapan Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), dan hal ini diapresiasi Pemerintah Provinsi Maluku.

Apresiasi tersebut terungkap saat Tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) dan Sekretariat Negara dan Kementerian Kelautan dan Perikanan datang ke Maluku guna mempercepat proses penyelesaian beberapa aspek terkait LIN yang diperlukan, Selasa (11/8/2020).

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang mengatakan tim yang diturunkan ini untuk melihat langsung lokasi pembangunan Pelabuhan Terpadu yang direncanakan dibangun di Negeri Tulehu dan Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang menjadi salah satu syarat penetapan LIN.

“Yang jelas kita sangat berterima kasih atas niat baik dan tindaklanjut dari persetujuan Maluku sebagai LIN oleh Menteri KKP. Ini menjadi entry point yang menggembirakan,” kata Kasrul Selang usai membuka Rapat Koordinasi LIN yang dipusatkan di Hotel Manise, Rabu (12/8/2020).

Kasrul mengtakan, Pemprov Maluku juga telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses Maluku sebagai LIN, sejak dicanangkan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhono di Ambon pada 2010 lalu.

“Kita ingin perjuangan rencana ini agar dilegalkan dalam bentuk regulasi yang bisa menjadi acuan oleh semua kementerian/non lembaga yaitu dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres), ” harap Kasrul.

Ia berharap dengan adanya kunjungan tim dengan melihat langsung lokasi dan mengikuti Rakor LIN ini, artinya berbagai bahan masukan akan menjadi acuan untuk mempercepat proses dimaksud.

“Seperti tadi disampaikan pak Deputi (Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Safri Burhanuddin) kalau bisa luas lahan yang menjadi lokasi pelabuhan terpadi 500 hektar. Ini menjadi masukan bagi kita agar bisa mempercepat proses,” ungkapnya.

Berkaitan dengan lokasi LIN, Kasrul menambahkan, dibutuhkan satu kawasan pelabuhan terpadu atau terintegrasi.

“Terintegras ini berarti di dalamnya harus ada pabrik pengolahannya, industri dengan mesin mesinnya. Begitu pula dengan air minum listriknya dan sebagainya,” jelas Kasrul.

Kota Ambon juga kata Kasrul, telah memiliki bandara internasional yang sangat memadai untuk mendukung LIN di Maluku.

“Pasti kan ada produk-produk perikanan sesuai permintaan butuh yang segar. Kita kan punya bandara internasional yang sangat memadai, tentunya bisa mempercepat proses pengiriman,” imbuhnya.

Dengan ditetapkannya Maluku sebagai LIN akan mendongkrak peningkatan ekonomi daerah maupun ekonomi nasional.

“Potensi sumber daya perikanan kita 4,6 juta ton/thn. Tentunya ini jika terkelola dengan baik akan dapat mensejahterakan masyarakat bukan hanya di daerah tetapisecara nasional,” tutupnya (*/S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama