Connect with us

COVID-19

Rentang 24 Jam, Dua Pasien Corona Meninggal di RSUD Haulussy

Ilustrasi pasien meninggal akibat covid-19

Selang : Aktifkan Program Kesehatan Bergerak

AMBON, SPEKTRUM – Satu lagi pasien terpapar covid – 19 meninggal dunia di RSUD Haulussy, Kamis (06/08/2020) pukul 12.00 Wit, dan akan dimakamkan dengan protokol kesehatan di TP Khusus Covid-19 di Desa Hunuth Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Pasien berinisial EAS umur 51 tahun asal Kota Ambon dirawat di RUSUD Haulussy pada Rabu (05/08/2020) dengan keluhan sesak napas. Proses pemulasaran jenazah dilaksanakan di RSUD dr. M. Haulussy, diawali dengan doa oleh Pastor dari Keuskupan Amboina, didampingi keluarga almarhum. Dengan meninggalnya EAS maka total yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Maluku berjumlah 25 orang.

Sebelumnya, Rabu (05/08/2020) salah satu pasien terkonfirmasi covid-19 dengan penomoran 1.145 inisial NP usia 53 tahun asal Kota Ambon meninggal dunia di RSUD Haulussy sekitar pukul 12.40 wit dan dimakamkan pukul 18.00 wit dengan protokol kesehatan di TP Khusus Covid di Desa Hunuth Kecamatan Baguala Kota Ambon.

NP diketahui dirawat di RSUD Haulussy pada Minggu (02/08/2020) dengan keluhan sesak napas.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan menjelaskan, TS diketahui positif dari hasil pemeriksaan spesimen berdasar hasil Tes Cepat Molekular (TCM).
“Pasien yang meninggal dipastikan memiliki penyakit bawaan. Kita punya kekuatiran orang yang sakit telah kritis baru dibawa ke ruamh sakit,” kata Selang.

Untuk itu tambah Selang, pihaknya telah menyampaikan ke Sekretaris Kota Ambon agar mengaktifkan kembali program Kesehatan Bergerak.
“Kesehatan Bergerak yakni orang yang jemput bola, cari pasien di rumah yang rentan diinventaris. Kalau seperti ini,masuk rumah sakit, positif meninggal, kasihan dan sedih juga. Tidak bisa begini terus, kita harus cari akar masalah,” kata Selang prihatin. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in COVID-19