Connect with us

Peristiwa

Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga Kilometer 12 Malteng

Banjir di Kilometer 12 Banda Lama Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Sabtu, 01 Agustus 2020.

MASOHI, SPEKTRUM – Hujan deras mengguyur kawasan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku, sekira pukul 03.00 WIT hingga pukul 10.00 WIT atau kurang lebih tujuh jam, Sabtu 1 Agustus 2020, membawa bencana banjir untuk warga.

Banjir tersebut menimpa warga di dua Rukun Tetangga (RT), kawasan Kilometer 12 Banda Lama, Kelurahan Holo, Kecamatan Amahai, Malteng. Puluhan rumah warga disini terendam. Ada sekitar 84 Kepala Keluarga bermukim di dua RT tersebut.

Pantauan Spektrum, puluhan rumah warga tergenang air kurang lebih atau hampir setinggi lutut orang dewasa. Banjir ini terjadi selain dipicu hujan deras, juga akibat suplai air Kali Jena, yang berdekatan dengan permukiman warga, tumpah/meluap ke jalan.

Kali Jena tidak mampu menampung air. Debit air tinggi akibat derasnya hujan, tidak mampu ditampung kali Jena. Alhasil, air meluap dan masuk ke rumah rumah warga. Kondisi tersebut memaksa warga setempat, menyelamatkan barang barang mereka.

Berdasarkan pengakuan warga, banjir yang melanda kawasan Kilometer 12, bukan baru sekarang terjadi. Tapi musibah ini sudah sering terjadi setiap datang musim penghujan (bencana tahunan).

“Kawasan ini sudah langganan banjir, apalagi musim hujan seperti sekarang. Hujan dari pukul 03.00 sampai pukul 10.00 WIT, ditambah air kali meluap, akhirnya masuk ke rumah rumah warga disini,” ujar Memed, salah satu warga Kilometer 12 kepada Spektrum Online, Sabtu (1/8/2020).

Memed menyebut, puluhan rumah warga di RT 01 dan 04 Kilometer 12 Kelurahan Holo Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, terendam karena hujan dan meluapnya air kali. “Setiap hujan warga Kilometer 12 jadi korban banjir,” ungkapnya.

Selain Memed, warga lain di tempat yang sama juga mengaku air kali Jena itu sering tumpah ruah ke jalan dan menggenangi rumah mereka, akibat talud tidak tinggi.

“Karena talud yang ada sekarng tidak tinggi. Harusnya dibangun tinggi, agar saat hujan turun, air tidak mudah tumpah ke jalan,” kata warga lainnya di Kilometer 12.

Mereka meminta perhatian instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Malteng, agar bisa membangun talud di Kali Jena.

Warga berharap, pembangunan talud Kali Jena, sebagai antisipasi dan solusi, sehingga saat hujan mereka tidak selalu menjadi korban banjir. Memang ada talud di kali Jena, tapi tidak tinggi.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Malteng bisa membangun talud sambung dengan talud yang sudah ada. Karena talud awal itu datar saja, makanya saat hujan air gampang meluap ke jalan. Untuk itu, kami minta talud yang dibangun nanti harus tinggi,” pinta warga Kilometer 12. (S-14)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Peristiwa