Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Tak ada Masalah dengan Lahan Blok Masela

Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Papua dan Maluku, Galih W. Agusetiawan

AMBON, SPEKTRUM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang berkantor di Sorong, memastikan lahan untuk kepentingan pengembangan Blok migas Masela, Kabupaten Tanimbar, Provinsi Maluku, hingga kini tidak ada masalah.

Pernyataan ini disampaikan Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Papua dan Maluku, Galih W. Agusetiawan, menepis hembusan wacana yang mengusik lahan di blok migas abadi itu, kabarnya sebagian sudah dikuasai pengusaha tertentu.

“Untuk lahan skala besar seperti pengembangan lapangan Inpex, semuanya dilakukan oleh SKK Migas di Jakarta,” kata Galih W. Agusetiawan, saat dihubungi Spektrum Online melalui telepon seluler, Kamis, (30/7/2020).

Ia menjelaskan, soal lahan kepentingan pengembangan Blok Masela sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

Gubernur Provinsi Maluku Murad Ismail telah menyerahkan SK Penentuan Lokasi (Penlok) pengadaan tanah/lahan untuk pembangunan pelabuhan Kilang Abadi Blok Masela dengan Surat Keputusan Nomor 96 Tahun 2020 pada 14 Februari lalu.

“Berdasarkan SK tersebut SKK Migas – Inpex mendapat penetapan lahan 27 hektare di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ungkap Galih Agusetiawan.

Soal kewenangan dimaksud, berdasarkan UU Nomor 2 tahun 2012, pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum, tupoksinya ada di pemerintah provinsi, jika lebih dari 5 hektar.

SKK migas hanya mengusulkan, agar lahan yang akan digunakan menjadi aset negara dalam catatan aset departemen Keuangan RI.

Baca Juga : https://spektrumonline.com/2020/07/28/blok-masela-molor-satu-dekade-lagi-skk-migas-tetap-sesuai-pod/

Untuk itu sampai sekarang, kata dia, terkait dengan lahan untuk kepentingan Pengembangan Blok Masela tidak ada masalah.

“Sampai saat ini tidak ada masalah. Karena pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar sangat membantu dan mendukung kebijakan Pemerintah ini,” pungkasnya. (S-14)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi & Bisnis