Connect with us

Berita Utama

Kantor DPRD Maluku Rusak Parah, Plt. Sekdis PUPR “Amnesia”

Plafon ruang paripurna DPRD Maluku yang jebol akibat rembesan air

AMBON, SPEKTRUM – Kerusakan Kantor DPRD Maluku telah memasuki tahap memprihatinkan. Bahkan 30 dari 45 anggota DPRD Maluku tidak memiliki ruang kerja dan harus menerima tamu di ruang komisi.
Padahal, alokasi anggaran sebesar Rp 618 juta sudah dikucurkan untuk biaya renovasi.

Pantauan Spektrum, kerusakan terjadi mulai dari lantai satu hingga lantai empat. Akibatnya, sebagian besar plafon rusak akibat rembesan air bahkan terdapat genangan air dilantai mulai dari lantai satu hingga lantai empat.
Lantaran kerusakan tersebut, Komisi III mengundang Dinas PUPR Maluku untuk dimintai penjelasannya.

Komisi III DPRD Maluku bersama Dinas PUPR meninjau kerusakan di Kantor DPRD Maluku

Sayangnya, Plt. Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Maluku, Anggranita yang mewakili Kepala Dinastidak bisa menjelaskan secara lugas.
Bahkan, tiba-tiba Anggranita amnesia saat ditanya nama kontraktor yang menangani pekerjaan renovasi Kantor DPRD Maluku.
“Maaf saya lupa,” katanya kepada wartawan di Kantor DPRD Maluku, Rabu (22/07/2020).

Anggranita menjelaskan, pekerjaan dilakukan berdasarkan dana yang direalisasi yakni Rp 618 juta.
“Pekerjaan terkendala saat gempa 26 September 2019, dan kemudian ada gempa susulan. Jadi pekerjaan tidak efektif,” katanya.

Genangan air di lobi utama Kantor DPRD Maluku

Dana sebesar Rp 618 juta digunakan untuk pekerjaan dinding, plafon atau juga pekerjaan kusen.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yeremias berharap renovasi ulang yang akan dilakukan Dimas PUPR Maluku tuntas dikerjakan
“Kita berharap renovasi kali ini harus sukses sesuai harapan DPRD Maluku karena sejak dilantik tanggal 16 September hingga hari ini kurang lebih 30 orang anggota DPRD Maluku tidak punya ruangan representative,” kata Yeremias.

Sebab, tambah Yeremias, anggota DPRD Maluku dituntut bekerja maksimal bagi rakyat karena anggota DPRD datang dari dapil yang diwakilinya.
“Itu sebabnya rapat tadi sudah kita sepakati untuk dilakukan perbaikan terhadap seluruh ruangan yang rusak baik yang di lantai dua, tiga maupun empat,” jelasnya.

Anos Yeremias Ketua Komisi III DPRD Maluku

Yeremias menjelaskan, biaya renovasi yang direalisasi hanya Rp 618 juta dari usulan Rp 3,2 miliar namun sayangnya renovasi yang dilakukan lantai empat DPRD Maluku tidak tersentuh.
“Lantai empat sepertinya tidak terurus, ada yang telah direnovasi tapi ternyata masih juga bocor,” katanya. (S-16)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Utama